“Akhirnya akan menarik investor-investor high premium seperti semikonduktor, petro chemical, data center, dan lain-lain. Juga memicu menciptakan lapangan pekerjaan dengan nilai gaji tinggi dan transfer teknologi,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, bahwa JPEN berencana berinvestasi untuk produksi energi 180 Megawatt. Sementara kebutuhan KITB saat ini masih berkisar antar 60 Megawatt, dalam waktu dekat akan menjadi 450 Megawatt.
“Kita akan bangun 180 Megawatt MBT untuk mendukung ekonomi hijau, buat KITB full energi baru terbarukan dengan sumber energi yang komplit,” katanya.
Planning Kerja Sama
Direktur Utama KITB, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, mengapresiasi PT JPEN yang akan menjadi mitra dalam membangun KITB. Sesuai dengan roadmap, KITB tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari sewa lahan tetapi harus bisa menghasilkan dalam jangka panjang dari berbagai sumber. Salah satunya adalah energi.
“Kehadiran JPEN ini melengkapi kami. Apalagi sudah ada rencana dari pemerintah pusat yang akan memanfaatkan danau sebagai panel surya untuk sumber energi,” jelasnya.
Konsep reliability listrik oleh PT JPEN juga sangat mendukung rencana KITB ke depan. Terutama rencana masuknya investasi data center ke kawasan tersebut yang membutuhkan kehandalan energi listrik.
“MoU ini langkah awal agar kami bisa meningkatkan kerja sama investasi,” ungkap Ngurah Wirawan. (*)





