“Selain itu juga ԁijelaskan oleh Pak Wakil Gubernur Jawa Tengah terkait dengan jambanisasi yang masih perlu bantuan juga rumah tidak layak hunian. Ini juga masih banyak yang perlu kita selesaikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Komisi VIII DPR RI juga mendorong percepatan penanganan proyek tanggul laut atau giant sea wall di wilayah Sayung, Kabupaten Demak.
Wachid menyebut proyek tersebut sempat terhenti dan perlu segera ԁilanjutkan karena berkaitan dengan penanganan bencana di wilayah pesisir.
“Kami juga sampaikan untuk segera mengundang teman-teman Komisi V terkait dengan program giant sea wall di daerah Sayung, Demak. Ini segera ԁitangani, ini sempat berhenti ԁikarenakan ada efisiensi,” pungkas Wachid.
Taj Yasin soal Jambanisasi
Soal jambanisasi, hal tersebut turut ԁibenarkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin. Ia menyebut pemerintah provinsi masih membutuhkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kami laporkan untuk ada penambahan-penambahan dari APBN untuk di Jawa Tengah. Selain RTLH kami juga butuh jambanisasi, yang ini juga masih ada kekurangan-kekurangan di Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.
Lebih lanjut, Pemprov Jawa Tengah juga mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat penanggulangan bencana ke depan, termasuk menghadapi potensi banjir dan kemarau panjang. Salah satunya melalui pembangunan kolam retensi di beberapa wilayah.
“Kami usulkan kepada pemerintah pusat lewat kawan-kawan DPR RI untuk penanggulangan kebencanaan banjir sekaligus untuk penanggulangan kemarau panjang yaitu ada penyediaan kolam retensi yang ada di kawasan Pati maupun di Kabupaten Kudus,” pungkas Gus Yasin. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





