DEMAK, beritajateng.tv – Seorang pencari ikan bernama Khambali, 61 tahun, warga Desa Gemulak, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, ditemukan meninggal setelah tenggelam di area tambak. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban mencari ikan menggunakan senapan rakitan.
Laporan awal muncul ketika warga menyampaikan kabar hilangnya korban. Tim Polsek Sayung bersama BPBD Demak segera bergerak melakukan pencarian.
Proses penyisiran berlangsung hampir tiga jam menyusuri tambak yang sedang mengalami kenaikan debit air akibat siklus banjir rob.
BACA JUGA: Walikota Semarang Siapkan Solusi Bertahap untuk Tangani Pulau Sampah Tambaklorok
Petugas akhirnya menemukan jasad korban sekitar dua kilometer dari titik awal pencarian. Tubuh korban terlihat mengambang dan tersangkut jaring pemisah tambak.
Di lokasi awal, petugas mendapati senapan rakitan milik korban, sandal, serta sejumlah ikan hasil tangkapan.
Kapolsek Sayung, Demak, AKP Suprapto, menjelaskan bahwa korban kemungkinan terpeleset saat berdiri di tepi tambak. Debit air tambak saat itu naik hingga kedalaman mencapai tiga meter.
BACA JUGA: Warga Tambaklorok Hidup di Tengah Gunungan Sampah, Desak Pemerintah Bertindak
“Kondisi air tinggi membuat korban sulit menyelamatkan diri,” ujarnya, Kamis, 21 Agustus 2025.
Petugas kemudian membawa jasad korban menuju rumah duka untuk proses lanjut. Berdasarkan hasil visum luar oleh dokter Puskesmas Sayung, korban meninggal murni akibat tenggelam tanpa tanda kekerasan.
BACA JUGA: Tambakrejo Semarang Bakal Jadi Ecowisata Mangrove, Pemkot Siapkan Masterplan
Hal itu menguatkan dugaan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena faktor lingkungan dan kondisi fisik korban yang sudah lanjut usia.
Insiden ini menjadi pengingat bagi warga pesisir agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar tambak, terutama ketika siklus rob sedang tinggi. Kejadian semacam ini berpotensi terulang jika masyarakat kurang memperhatikan keselamatan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





