Pendidikan

Pendaftar PPDB Inklusi Gelombang Pertama Tembus 107 Siswa, 99 Persen Slow Learner

×

Pendaftar PPDB Inklusi Gelombang Pertama Tembus 107 Siswa, 99 Persen Slow Learner

Sebarkan artikel ini
Fajriah // Disdik Kota Semarang
Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang, Fajriah. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

“Sekitar 99 persen adalah kategori slow learner. Ada tuna daksa itu hanya nol koma sekian persen. Ada juga yang lain tapi tidak terlalu banyak,” jelas Fajriah.

BACA JUGA: Kunjungi Semarang, Direktur IFI Bawa Misi Kerja Sama Budaya, Promosikan Kesempatan Kuliah di Prancis

Oleh karenanya, Fajriah meyakinkan jika sejauh ini, dalam melayani pendidikan pembelajaran siswa inklusi masih bisa tertangani tanpa harus ada sarana dan prasarana khusus.

Misalnya tuna daksa atau tuna rungu yang membutuhkan luncuran, kursi khusus, alat bantu dengar, hingga guru berbahasa isyarat.

“Untuk ketunaan tertentu seperti tuna netra, tuna rungu dengan IQ normal ke sekolah luar biasa (SLB). Peraturannya yang masuk ke sekolah reguler adalah, paling rendah disabilitas intelektual ringan dan tidak tuna rungu atau tuna daksa,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp