“Tadinya kan kita punya harapan ya, harapan itu muncul dari Pak Prabowo, apalagi masih 100 hari kepemimpinan,” tuturnya.
Nuri pun meminta untuk melakukan efisiensi yang tepat sasaran, bukan yang berdampak pada jajaran di tingkat bawah. Salah satunya ialah memangkas “kabinet gemuk” Prabowo.
“Kita semua dukung efisiensi, tapi efisiensi bisa mulai dari mengurangi jumlah wamen. Masa satu kementerian ada dua wamen? Staf ahli itu saya tahu, mereka punya asisten staf ahli, asistennya punya asisten lagi,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




