Akan tetapi pihak pengurus ponpes mengaku kecewa atas penggeledahan yang terjadi secara sewenang-wenang tanpa surat resmi. Pengurus ponpes mengatakan, terjadi trauma berat terhadap santriwati dan pengasuh, bahkan dua orang balita.
Mereka mengaku sempat kena todongan senjata laras panjang polisi, bahkan dalam keadaan belum berjilbab dan berpakaian sebagaimana mestinya. Sejumlah barang yang polisi sita, turut pengurus pertanyakan. Pengurus ponpes ingin hak tersebut menjadi perhatiam serius, karen tidak ada bukti apapun yang polisi temukan yang mengarah kepada tindak kejahatan. (*)
Editor: Diaz A Abidin





