Jateng

Sebulan Makan Bergizi Gratis di Blora, Siswa Request Menu Ayam Geprek

×

Sebulan Makan Bergizi Gratis di Blora, Siswa Request Menu Ayam Geprek

Sebarkan artikel ini
makan bergizi gratis blora
Program makan bergizi gratis di Blora, Jawa Tengah tahap 1 sudah berjalan selama satu bulan. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap pertama di Kabupaten Blora telah berjalan hampir sebulan.

Dalam pelaksanaannya, ada momen menarik ketika salah satu siswa, Bian Angga Permana, meminta menu ayam geprek sebagai makanan favoritnya.

Bian Angga Permana, siswa SD Negeri Bangkle, menyatakan keinginannya untuk menikmati ayam geprek.

Meskipun makanan bergizi yang ada di sekolahnya habis, Bian tetap mengungkapkan harapannya untuk mendapatkan menu tersebut.

“Saya request menu ayam geprek. Karena itu makanan favorit saya,” ujarnya.

BACA JUGA: Marak Keracunan MBG, Bagaimana Peran Dinas Kesehatan?

Makan Bergizi Gratis bikin siswa rajin masuk sekolah

Djeni Purnawati, Kepala Sekolah SD Negeri Bangkle, mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBG sangat membantu.

Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, tetapi juga menciptakan rasa kebersamaan di antara mereka.

“Selama pelaksanaan MBG, murid-murid menjadi rajin masuk sekolah,” kata Djeni.

Terkait usulan dan permintaan dari siswa, informasi tersebut telah disampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BACA JUGA: Belum Semua SMA/K Dapat Makan Bergizi Gratis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng: Yang Tentukan Badan Gizi Nasional

Djeni menambahkan bahwa usulan dari siswa akan dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

Sebagai informasi, pemerintah memulai program makan bergizi gratis mulai 6 Februari 2025.

Pemerintah menyediakan anggaran Rp71 triliun pada 2025 untuk program makan gratis ini. Jatah per porsi dipatok Rp10 ribu. Penerima manfaat itu terdiri dari balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan ibu hamil serta ibu menyusui. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 15 juta pada akhir tahun 2025 an terus naik sampai 82 juta pada 2029. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp