Gaya Hidup

Penghobi Ikan Koi Terus Meningkat dan Stabil, Minat Masyarakat Tak Pernah Surut

×

Penghobi Ikan Koi Terus Meningkat dan Stabil, Minat Masyarakat Tak Pernah Surut

Sebarkan artikel ini
hobi ikan koi
Ikan koi banyak digemari karena keunikan corak warnanya. Semakin unik semakin mahal. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ikan koi telah lama menjadi primadona di dunia ikan hias. Tren ini terus meningkat dan stabil seiring dengan waktu.

Keindahan dan nilai estetika yang dimiliki ikan koi terus memikat hati pecinta ikan hias. Hal itu menjadi sebagai salah satu tren yang tak pernah surut.

Mahdi Zalfa, pecinta sekaligus pebisnis ikan koi mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya, minat penghobi ikan koi, khususnya di Kota Semarang selalu stabil bahkan mengalami kenaikan setiap tahunnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Ini Raup Cuan dari Hobi Ikan Koi, Pelanggannya Pejabat hingga Hotel

“Kalau ikan koi itu harga stabil, penghobinya juga stabil. Supply demand dari Jepang selalu ada,” kata Mahdi yang merupakan pemilik dari Lesanpuro Koi Semarang ini.

Menurut Mahdi, ikan koi yang aslinya dari Jepang ini memang terkenal karena corak warna yang indah dan bentuk tubuh yang mempesona. Dengan kombinasi warna yang kaya dan pola yang berbeda, setiap ikan koi memiliki keunikannya sendiri.

“Yang menentukan harga itu kualitasnya, misal dari warna. Itu nanti warna merahnya juga beda-beda tergantung kekuatan warna corak. Koi banyak jenisnya jadi pakem dan standarnya juga beragam,” lanjutnya.

BACA JUGA: Berawal dari Hobi, Bisnis Aquascape Mampu Raup Untung Jutaan Rupiah

Kualitas ikan koi, kata Mahdi, dapat dilihat dari beberapa aspek. Mulai dari pola, kualitas warna bodi, hingga ukuran. Termahal, Mahdi mengaku pernah menjual satu ekor ikan koi impor dari Jepang seharga Rp 10 juta.

“Yang membedakan, ikan koi dari Jepang rata-rata genetiknya terjaga, size maksimal bisa 80 cm bahkan 1 meter, kalau lokal maksimal 60 cm. Selain itu ikan koi lokal semakin tua warnanya bisa pudar dan perutnya nggak bagus,” jelas Mahdi soal perbedaan ikan koi impor dan lokal.

Hobi Ikan Koi Bertambah Marak saat Pandemi

Saat pandemi beberapa tahun lalu, beberapa hobi menjadi primadona masyarakat dalam mengisi waktu selama pembatasan aktivitas di luar rumah. Salah satu hobi yang ngetren saat itu adalah memelihara ikan koi.

Mahdi sendiri mengungkapkan bahwa selama awal pandemi, permintaan koi meningkat drastis.

“Waktu pandemi kemarin penjualannya cepet banget, apalagi di tiga bulan pertama PPKM itu ramai banget. Bahkan pernah diborong semua satu kolam fiber, sekitar 110 ekor ikan koi” ungkapnya.

BACA JUGA: Seni Merawat Tanaman dalam Air, Ini Perbedaan Aquascape, Paludarium, dan Terarium

Selain jumlah peminat ikan koi yang meningkat, Mahdi juga mengungkapkan menjamurnya penjual ikan koi setelah pandemi. Meski begitu, Mahdi tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kalau penjualan menurut saya tetap stabil sih, walau penjual ada banyak tapi orang itu udah tau kalau saya mengutamakan kualitas. Mau saya dibilang mahal silahkan tapi ada kualitas,” ujarnya.

Dalam menjalankan bisnis Lesanpura Koi, Mahdi menyediakan berbagai jenis ikan koi, baik lokal maupun impor. Mulai dari Kohaku, Sankai, Showa, dan lainnya. Total terdapat hampir 30 jenis ikan koi yang dijual oleh Mahdi.

“Harganya beda-beda, ada yang Rp 100 ribu dapet 3, Rp 300 ribu dapat 3, atau harga satuan mulai Rp 250 ribu, Rp 400 ribu, hingga Rp 2,5 juta, harganya tergantung pola,” imbuhnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp