“Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memelihara stabilitas nilai Rupiah melalui kebijakan moneter serta makro prudensial. Tentunya hal ini hanya dapat dicapai dengan kolaborasi dan sinergi antara Bank Indonesia dan seluruh perbankan di Jawa Tengah,” ujar Rahmat.
Rahmat menjelaskan bahwa upaya ini menjadi tanda keseriusan Bank Indonesia dalam memperkuat sistem pembayaran tunai maupun non tunai di Jawa Tengah.
“Bank Indonesia akan melibatkan berbagai unsur kalangan, termasuk pelajar, tenaga pendidik, dan pekerja dalam edukasi CBP Rupiah dan transaksi melalui QRIS, ” katanya.
Rahmat juga berpesan bahwa Rupiah tidak boleh hanya dimaknai sebagai fisik uang di dalam dompet, tetapi juga sebagai alat pembayaran dan katalisator yang mendukung roda perekonomian di Jawa Tengah. (*)
Editor : Elly Amaliyah





