“Renungan malam ini bukanlah untuk membuka luka lama. Kita berkumpul di sini bukan untuk mewariskan kebencian. Kita berkumpul di sini sebenarnya ingin mewariskan keberanian dalam berjuang,” ujarnya.
Usai acara, Dolfie menegaskan pesan utama peringatan 30 tahun Kudatuli adalah mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan agar kembali memiliki keberanian dalam berpolitik.
“Bagi internal PDI Perjuangan, peringatan 30 tahun Kudatuli ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada kader-kader partai bahwa Kudatuli itu merupakan simbol sikap berani dalam berpolitik,” tutur dia.
“Sekarang kita diingatkan supaya kita juga punya sikap yang sama dengan peristiwa itu, yaitu sikap berani. Berani bicara, berani menyampaikan pikiran, dan berani bertindak,” sambung Dolfie.
Keberanian tersebut, kata dia, harus terwujudkan melalui politik pengabdian yang berpijak pada ideologi partai.
“Pesan dalam renungan hari ini adalah supaya kita kembali kepada politik pengabdian. Untuk internal PDI Perjuangan, kita ingatkan kembali bahwa berpolitik itu adalah jalan pengabdian di jalur ideologi,” lanjut Dolfie.
Dolfie sampaikan Instruksi DPP: Kembali ke Watak Perjuangan
Lebih lanjut, Dolfie mengungkap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan juga menginstruksikan seluruh kader untuk kembali kepada watak perjuangan partai.
BACA JUGA: Profil Dolfie Othniel Frederic Palit, Ketua DPD PDIP Jateng 2025–2030 Penerus Bambang Pacul
Ia menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selama ini mengajarkan empat kekuatan jiwa yang harus setiap kader miliki, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner.
“Instruksi dari DPP kepada seluruh kader adalah bahwa kader-kader harus kembali kepada watak perjuangan PDI Perjuangan. Itu pesannya,” pungkas Dolfie. (*)
Editor: Farah Nazila





