Jateng

Peringati Syawalan, Warga Semarang Gelar Tradisi Bagi-bagi Kupat Jembut

×

Peringati Syawalan, Warga Semarang Gelar Tradisi Bagi-bagi Kupat Jembut

Sebarkan artikel ini
ketupat jembut
Memperingati momen Syawalan, warga Semarang menggelar tradisi bagi-bagi ketupat jembut dan uang kepada anak-anak. (Yovita/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang mempunyai satu tradisi unik yaitu tradisi ketupat jembut untuk merayakan Syawalan.

Ketupat jembut yang berisi sayuran ini khusus untuk anak-anak yang pembagiannya seusai sholat Subuh. Sebelumnya, perayaan tersebut bermula dengan kemeriahan bunyi petasan.

Begitu rentetan petasan kecil menyalak, sekelompok anak kecil langsung berhamburan keluar rumah untuk menerima pembagian ketupat jembut.

Sebelum itu, ketupat tersebut warga doakan lebih dulu di Masjid setempat.

Anak-anak itu berlarian menuju arah warga kampung Jaten Cilik Pedurungan yang membagi-bagikan ketupat yang sudah melegenda ini.

Selain ketupat tersebut, warga juga membagikan uang sebagai bentuk sedekah kepada anak-anak.

Takmir masjid Roudlotul Muttaqin, Muzazen mengatakan, “Ketupat itu berisi sayuran dan belah di tengah. Isinya urap tauge dan makannya tanpa menu opor ayam. Makannya bersama-sama setelah didoakan.”

BACA JUGA: Lebaran Ketupat: Fenomena Budaya dalam Mempertahankan Solidaritas Sosial

Tradisi ini masyarakat rayakan setiap tahun untuk merayakan Syawalan atau seminggu setelah lebaran.

“Nama ketupat jembut sendiri sudah terkenal sejak dulu saat pertama tradisi ini digelar. (Namanya) jauh dari kesan pornografi karena bentuk ketupatnya berisi sayuran,” tuturnya.

Ia pun menuturkan, “Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1945. Makna tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur secara sederhana setelah melewati bulan Ramadhan.”

Muzaen mengungkapkan bahwa ada maksud tertentu pada belahan kupat jembut belah yang berisi sayuran itu. Artinya yakni melepas salaman untuk saling ikhlas memaafkan di hari lebaran ini.

Banyaknya warga yang membagikan ketupat jembut dan uang membuat anak-anak bertambah semangat untuk terus mencari keberkahan dalam memperingati 1 syawal ini. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp