Jateng

PN Solo Gugurkan Gugatan Ijazah Jokowi, Penggugat Bakal Lawan Lewat Citizen Lawsuit

×

PN Solo Gugurkan Gugatan Ijazah Jokowi, Penggugat Bakal Lawan Lewat Citizen Lawsuit

Sebarkan artikel ini
Safari Politik Jokowi | Jokowi Istirahat | Ketum PPP | Jokowi Ketum PSI | Pilgub Jawa Tengah 2024
Jokowi saat menghadiri kampanye terakhir Luthfi-Yasin bertajuk “Doa Bersama untuk Jawa Tengah” di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu 23 November 2024 sore. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SOLO, beritajateng.tv — Pengadilan Negeri (PN) Solo resmi menghentikan perkara kontroversial terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dalam sidang putusan sela yang berlangsung secara daring pada Kamis, 10 Juli 2025, majelis hakim memutuskan menerima seluruh eksepsi dari pihak tergugat dan menyatakan bahwa PN Solo tidak berwenang mengadili perkara tersebut.

Majelis hakim menyampaikan bahwa gugatan bernomor 99/Pdt.G/2025/PN Skt yang Muhammad Taufiq ajukan tidak termasuk dalam ranah hukum perdata. Oleh karena itu, pengadilan menilai perkara tersebut seharusnya diproses melalui jalur hukum pidana atau Tata Usaha Negara (TUN).

“Pengadilan Negeri Solo menyatakan tidak berwenang mengadili perkara ini. Perkara ini semestinya masuk dalam ranah hukum pidana atau Tata Usaha Negara,” tegas YB Irpan, kuasa hukum Presiden Joko Widodo usai sidang.

Putusan ini sekaligus menghentikan seluruh proses hukum lebih lanjut di PN Solo. Majelis hakim juga memutuskan untuk membebankan biaya perkara sebesar Rp506.000 kepada penggugat.

BACA JUGA: Isu Keaslian Ijazah Jokowi Kembali Jadi Perdebatan Hukum, Massa Geruduk UGM Pagi Ini

Gugatan ini awalnya ditujukan kepada empat pihak, yakni Presiden Jokowi sebagai tergugat utama, KPU Kota Solo sebagai penyelenggara pemilu, SMAN 6 Solo sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah, serta Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai kampus tempat Jokowi menempuh pendidikan tinggi. Perkara ini sempat menyita perhatian publik karena menyangkut keabsahan dokumen pendidikan presiden.

Namun demikian, Muhammad Taufiq selaku penggugat mengaku tidak terkejut dengan hasil sidang. Ia menyebut bahwa putusan tersebut sudah ia perkirakan sejak awal dan menganggapnya sebagai bentuk ketidakberanian hakim dalam menangani kasus yang melibatkan presiden aktif.

“Ini bukan kemenangan, ini bentuk ketidakberanian. Hakim masih belum merdeka secara nalar maupun keberanian,” ungkap Taufiq.