Akibat kejadian tersebut, petugas langsung mengamankan kendaraan dan menahan dokumen truk di Polsek Tugu untuk proses lebih lanjut. Sementara demi keselamatan pengguna jalan lain, bagian portal yang rusak langsung dipotong.
“Untuk sementara portal kami bongkar dulu agar tidak membahayakan. Tapi penjagaan tetap petugas dinas perhubungan lakukan di lokasi,” ujarnya.
Insiden ini menjadi kejadian kedua dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya portal yang sama juga rusak akibat tertabrak bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).
Pemerintah Kota Semarang pun memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi konstruksi maupun sistem pengawasan.
“Ini kami evaluasi lagi lah ya. Kami akan ganti dengan material yang lebih kuat dan melakukan penataan ulang, termasuk posisi portal dan lampu peringatan sebelum titik pembatas,” tegas Danang.
Meski berulang kali mengalami kerusakan, Dishub memastikan pemasangan portal tetap menjadi bagian penting dari strategi pengendalian lalu lintas di kawasan tersebut.
“Portal tetap harus ada. Ini salah satu cara untuk membatasi kendaraan berat agar tidak masuk ke jalur berbahaya,” katanya. (*)





