Sementara itu realisasi penjualan emas Pegadaian mencapai 9 Ton, dalam bentuk Cicil Emas dan Tabungan Emas. Angka ini naik sebesar 35% dari tahun sebelumnya.
“Bank Emas menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Pegadaian dengan potensi peningkatan laba sebesar 13% di 2025 dengan total Gold Deposit Balance sebesar 12 ton,” imbuh Damar.
Terkait BRI, Pegadaian dan PNM
Sedikit informasi, BRI bersama dengan Pegadaian dan PNM tergabung dalam Holding Ultra Mikro sejak 13 September 2021.
Holding Ultra Mikro (UMi) dibentuk dengan tujuan memberikan akses layanan keuangan yang lengkap, terintegrasi, dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha, khususnya di segmen Ultra Mikro (UMi).
Setelah terbentuk pada 2021, Hingga akhir Desember 2024 Holding UMi telah memperluas layanannya melalui 1.032 outlet Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Holding UMi telah melayani lebih dari 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta nasabah pinjaman dengan penyaluran kredit mencapai sebesar Rp626,6 triliun.
Dengan kehadiran fitur Investasi Emas di super apps BRImo, pengguna kini dapat berinvestasi emas dengan nominal terjangkau mulai Rp10.000.
Sejak peluncurannya pada Februari 2024, fitur ini telah mencatatkan volume transaksi mencapai Rp279,8 miliar hingga Desember 2024.
Melalui Layanan Bank Emas, BRI Group berharap dapat berkontribusi dalam percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
“Dengan akses yang lebih luas terhadap investasi emas, hadapanNya dapat mengoptimalkan aset mereka dan memperkuat daya tahan ekonomi,” tutup Sunarso. (*)
Editor: Elly Amaliyah





