Nasional

Pro Palestina! Ternyata ini Fakta Menarik di Balik Viralnya Gambar Semangka di Sosmed

×

Pro Palestina! Ternyata ini Fakta Menarik di Balik Viralnya Gambar Semangka di Sosmed

Sebarkan artikel ini
Buah Semangka pro Palestina
Ilustrasi buah semangka pro Palestina (Freepik)

SEMARANG,beritjateng.tv – Menjelang musim politik 2024 ternyata di sosmed tak hanya sekedar viral soal Capres dan Cawapres saja. Tetapi juga viral sebuah gambar semangka yang terbelah.

Lantas apa maksud dari gambar semangka tersebut? kali ini akan kami bagikan beberapa fakta menarik mengenai gambar buah semangka yang kerap bermunculan di media sosial.

Siapa sangka, ternyata gambar buah yang satu ini berkaitan dengan peristiwa Palestina yang sedang menghadapi peristiwa menegangkan. Beberapa terakhir ini, Palestina memang menjadi sorotan publik lantaran angka kematian yang terus meningkat.

Simak berikut ini fakta menarik dari gambar irisan buah semangka yang sedang ramai.

Fakta Menarik Buah Semangka Pro Palestina

Gambar buah semangka pertama kali muncul setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, saat Israel menguasai wilayah Tepi Barat dan Gaza serta merebut Yerusalem Timur.

Pemerintah Israel kemudian mengumumkan bahwa menampilkan bendera Palestina merupakan sebuah tindak pelanggaran hukum di wilayah Gaza dan Tepi Barat.

Baca Juga: 7 Fakta Simbol Semangka, Suarakan Dukungan Palestina Terhadap Serangan Israel

Sebagai upaya untuk menghindari larangan ini, penduduk Palestina menemukan cara kreatif dengan menggunakan simbol semangka. Mereka memanfaatkan fakta bahwa saat semangka terbelah menjadi beberapa irisan, penampakannya mirip dengan bendera nasional Palestina, dengan daging berwarna merah, biji hitam, dan kulit hijau.

Namun, pemerintah Israel dengan cepat menyadari makna dari penggunaan semangka ini. Negara Israel segera memperluas larangan tersebut, tidak hanya pada bendera, tetapi juga pada gambar-gambar yang mencakup ketiga warna tersebut.

Pada tahun 1993, larangan terhadap bendera Palestina dicabut setelah Kesepakatan Oslo disepakati dengan syarat pengakuan bersama oleh Israel dan Palestina.

Kesepakatan ini sebagai perjanjian formal pertama antara Israel dan Palestina yang mencoba menyelesaikan konflik di wilayah tersebut yang telah berlangsung selama beberapa dekade.