YOGYAKARTA, beritajateng.tv -baru-baru ini tengah menjadi sorotan sejak kritik kerasnya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gielbran Muhammad Noor ini merupakan mahasiswa UGM yang menyampaikan kritik kerasnya terhadap Jokowi dalam sebuah diskusi.
Diskusi yang Gielbran Muhammad Noor hadiri saat itu tengah membahas tentang masa kepemimpinan Jokowi selama ini.
Dalam kelakarnya, Gielbran Muhammad Noor menyebut bahwa namanya ‘Gielbran bukan Gibran.’ Hal ini ia katakan sebagai sindiran satir untuk putra Jokowi.
Sebagaimana kita ketahui, Gibran saat ini menjadi Cawapres pendamping Capres Prabowo Subianto di nomor urut ke-2 Pemilu 2024.
Seperti yang beritajateng.tv lansir dari kanal YouTube Hersubeno Point, Gielbran mengutip sebuah buku yang bertajuk The Idea of Pwer in Javanese Culture karya Benedict Anderson.
Buku tersebut membahas soal falsafah kekuasaan di Jawa, sesuai dengan judulnya.
BACA JUGA: Viral BEM UGM Nobatkan Jokowi Jadi Alumnus Paling Memalukan, Beberkan 3 Alasannya
Dalam buku tersebut, Gielbran menemukan sebuah fakta bahwa kekuasaan menjadi yang utama bagi raja jawa, sedangkan etika menjadi prioritas kedua.
“Dalam falsafah kepemimpinan jawa, nomor satu itu adalah kekuasaan, baru kedua adalah etik,” jelas Gielbran.
Paham dari buku tersebut lah yang menjadi dasar atas kritik keras yang Gielbran lontarkan untuk Jokowi.
Lantas, siapakah Gielbran Muhammad Noor ini? Berikut beberapa informasinya yang beritajateng.tv lansir dari banyak sumber.
Profil ketua BEM UGM
Melansir laman resmi KPUM UGM yang memuat CV lengkapnya, Gielbran merupakan putra terbaik yang lahir di Sragen, Jawa tengah, pada 5 Desember 2000.
Gielbran merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang juga menjabat sebagai ketua BEM UGM.
Ketua BEM UGM ini mengambil jurusan kuliah di Ilmu dan Industri Peternakan sejak masuk pada tahun 2019 lalu.
Sosok satu ini memang dikenal memiliki jiwa kepemimpian, kritis, dan berani berpendapat, terbukti dengan berbagai pengalaman organisasi dan tampil sebagai pembicara di berbagai forum.
Mahasiswa UGM ini besar di wilayah Karangmalang dan berpengalaman sebagai Asisten Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan di Universitas Gadjah Mada.
Tak main-main, ternyata Gielbran juga memiliki banyak prestasi, yakni Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 34 bidang Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu, ia juga pernah menjadi peserta International Summerschool di University of Hiroshima, Jepang.
Prestasi lainnya telah dicapai Gielbran Muhammad Noor sejak duduk di bangku SMA MTA Surakarta sebagai Majelis Tafsir Al Quran.
BACA JUGA: Nama Jokowi Ramai Diklaim Baliho PSI di Kota Semarang, Ini Tanggapan Pengamat Politik dan Bawaslu
Kemudian yang tidak kalah membanggakan, Gielbran merupakan salah satu Delegasi International Symposium on the UN’s Sustainable Development Goals di University of Hiroshima, Jepang.
Pada rentang tahun 2017 hingga 2018 berbagai kejuaraan sains berhasil didapatkannya seperti Olimpiade Sains Kota Surakarta bidang Biologi, Biosphere of UNS 2017, dan Biology Competition of UMS 2018.
Pada 2022 lalu, ia memimpin BEM Fakultas Peternakan UGM dengan menjadi Ketua dan pada puncaknya ia terpilih sebagai Ketua BEM UGM 2023.(*)





