“Kami bisa memanfaatkan keefektifan pergantian pemain. Penguasaan di tengah lapangan pada babak kedua juga cukup baik sehingga aliran bola ke depan lebih efektif,” ujarnya.
Widodo menegaskan kemenangan tersebut harus menjadi modal untuk melakukan evaluasi.
“Jangan berpuas diri. Kami masih panjang, masih jauh. Ini baru satu kali pertandingan,” tegasnya.
Sementara itu, Lorensius Sabda mengaku kemenangan pada laga perdana memiliki arti penting bagi PSIS. Apalagi, golnya lahir di tengah dukungan penuh suporter di Stadion Jatidiri.
“Pertandingan pertama ini sangat sulit karena kedua tim masih mencari permainan terbaik. Puji Tuhan kami bisa menjalankan apa yang coach mau dan berbuah hasil kemenangan,” ujar Sabda.
Usai mencetak gol, Sabda terlihat emosional saat melakukan selebrasi di hadapan suporter PSIS. Ia bahkan tak mampu menahan air mata.
Menurutnya, dukungan suporter menjadi tambahan motivasi bagi pemain untuk terus berjuang.
“Pertandingan perdana sangat menentukan langkah ke depannya. Atmosfer dan kedatangan suporter yang luar biasa menambah daya juang kami untuk meraih kemenangan,” katanya.
Kemenangan atas PSPS Pekanbaru menjadi awal positif bagi PSIS Semarang dalam perjalanan Championship 2026/2027. Laskar Mahesa Jenar kini dituntut menjaga konsistensi agar mampu terus bersaing di papan atas. (*)





