SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bersama PLN segera menyambungkan jaringan listrik ke rumah Muhroji (73), warga kurang mampu di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono. Selama puluhan tahun, rumah Muhroji dan keluarganya belum mendapat akses listrik.
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengatakan, pihaknya telah menerima informasi mengenai kondisi keluarga Muhroji. Pada Rabu, 22 Juli 2026, Camat Sumowono langsung menghubunginya untuk menyampaikan persoalan tersebut.
“Camat Sumowono langsung mengambil langkah cepat berkomunikasi dengan PLN untuk menindaklanjuti,” jelas Ngesti di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, PLN dalam waktu dekat akan menyambungkan jaringan listrik ke rumah Muhroji yang selama ini belum teraliri listrik.
BACA JUGA: PLN Jadwalkan Mati Lampu 5 Jam di Blora Pekan Ini, Berikut Wilayah yang Kena Pemadaman
Ngesti juga mengapresiasi informasi mengenai warga kurang mampu yang belum mendapatkan akses listrik tersebut. Dengan informasi yang cepat, pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat yang mendesak.
“Sehingga pemerintah daerah bisa segera mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat yang memang mendesak tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pledokan, Alimin, memastikan persoalan ketiadaan listrik di rumah Muhroji telah ditindaklanjuti.
Bupati Semarang telah meminta Camat Sumowono memfasilitasi penyambungan jaringan listrik ke rumah warga kurang mampu tersebut.
“Saya bersama Pak Camat, Babinsa, dan petugas PLN sudah ke lokasi mendatangi rumah Pak Muhroji untuk menindaklanjuti perintah Pak Bupati,” ungkap Alimin melalui sambungan telepon.
Petugas PLN juga telah melakukan survei di lokasi dan menentukan titik pemasangan tiang. PLN selanjutnya akan memasang trafo yang dibutuhkan untuk menyambungkan listrik ke rumah Muhroji.
“Pemilik rumah juga sudah diminta fotokopi KTP dan KK. Secepatnya akan ditindaklanjuti,” tegasnya.
Alimin menjelaskan, pemerintah desa sebenarnya telah berupaya membantu menyambungkan listrik ke rumah Muhroji sejak 2021. Namun, upaya tersebut terkendala kebutuhan penambahan trafo. Penyambungan listrik hanya untuk satu rumah juga menjadi salah satu pertimbangan.
Pemerintah desa kemudian mencoba alternatif lain dengan mengupayakan pemasangan panel surya. Namun, rencana tersebut ternilai kurang efektif karena membutuhkan perawatan dan lokasi rumah Muhroji berada di bawah tutupan tanaman yang cukup rapat.
“Tetapi dengan pertimbangan perawatan serta lokasi rumah yang berada di bawah tutupan tanaman yang rapat, pemasangan panel surya teranggap juga tidak efektif,” jelasnya.
BACA JUGA: Ramai Isu Pemadaman Listrik Total Terjadi 3 Hari di Pulau Jawa dan Bali, PLN Klarifikasi
Alimin menambahkan, keluarga Muhroji selama ini juga telah terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan sosial, baik dari program pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat.
“Sehingga terkait akses bantuan sosial maupun bantuan lainnya bagi keluarga miskin, kami pastikan juga tetap menyentuh keluarga Muhroji,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





