Politik

Ramai “Jateng Tak Punya Gubernur” di Medsos, Pengamat Kritik Gaya Komunikasi Ahmad Luthfi

×

Ramai “Jateng Tak Punya Gubernur” di Medsos, Pengamat Kritik Gaya Komunikasi Ahmad Luthfi

Sebarkan artikel ini
Jateng Tak Punya Gubernur | Sudewo Bupati Pati | Undip Kamboja | DPR TNI | PDIP Jokowi Andika PDIP Paslon Ahmad
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Nur Hidayat Sardini (NHS), saat dijumpai di kantornya, Jumat, 1 November 2024 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Kata NHS, baik bagi Luthfi untuk mengagendakan pertemuan informal dengan media massa dan masyarakat, seperti model cafe morning yang pernah gubernur Jawa Tengah sebelumnya lakukan. Terlebih, menurutnya, kondisi publik saat ini memang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kebijakan pemerintah.

“Bikin kegiatan yang tidak basa-basi, tidak formal, mengundang wartawan, tokoh masyarakat. Wartawan bebas mengkonfirmasi. Itu sangat produktif untuk mengurangi tensi. Seorang gubernur memang harus sensitif karena kondisi masyarakat kita hari ini sedang memiliki sensi yang cukup tinggi berkaitan dengan beberapa hal yang membuat mereka kecewa,” ujarnya.

“Tidak perlu risau untuk berhadapan dengan masyarakatnya. Justru perlu didukung, tapi perlu disampaikan langsung dari orang pertama di tingkat Jawa Tengah,” imbuh NHS.

NHS Menilai Sejumlah Program Ahmad Luthfi Berjalan Baik, dari Desalinasi hingga Penanganan Inflasi

Meski mengkritik aspek komunikasi, NHS menilai pemerintahan Luthfi-Yasin tetap menorehkan sejumlah kemajuan dalam satu tahun terakhir.

Salah satu yang menonjol, tutur dia, adalah program desalinasi air bekerja sama dengan Undip untuk wilayah pesisir dan masyarakat miskin.

“Itu agak berbeda dengan periode sebelumnya. Secara konkret mampu mengatasi pada level yang sangat praktis untuk menyelesaikan masalah sanitasi yang dulu tidak banyak tersentuh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti program dokter spesialis keliling (Spelling) yang dinilai membantu masyarakat yang tidak memiliki akses kesehatan lanjutan.

“Itu cukup membantu mereka yang tidak punya akses kesehatan lanjut, terutama yang perlu dokter spesialis. Jadi seperti dokter menjemput,” katanya.

Selain itu, NHS mencatat pengembalian status internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani sebagai capaian yang patut jadi perhitungan dalam satu tahun pemerintahan.

“Itu lumayan sebagai bagian dalam setahun pemerintahan Luthfi–Yasin,” ujarnya.

Program beasiswa santri ke dalam dan luar negeri juga ia sebut sebagai langkah positif, yang menurutnya terinspirasi dari kebijakan di Jawa Timur. NHS menilai, isu kemiskinan dan pengangguran yang menurut pengamatannya menunjukkan tren penurunan, meski ia mengakui tidak memegang data rinci.