Gaya Hidup

Ramaikan Car Free Day Simpang Lima, Begini Serunya Interaksi Masyarakat dengan Satwa Eksotik

×

Ramaikan Car Free Day Simpang Lima, Begini Serunya Interaksi Masyarakat dengan Satwa Eksotik

Sebarkan artikel ini
Hewan Eksotik Semarang
Pengunjung saat berinteraksi dengan hewan eksotik koleksi Komunitas Satwa Eksotik (KSE) Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

Apalagi bagi pemula yang berniat mengoleksi hewan eksotik berukuran besar. Kendati begitu, siapa saja bisa belajar perlahan untuk mengoleksi hewan eksotik.

“Saran untuk pemula ada seperti baby piton, karena ularnya paling jinak, dan gak bisa besar. Soalnya kalau retic itu bisa 7-15 meter panjangnya,” kata Sutikno.

BACA JUGA: Kisah Anggota Tim Reptile Rescue Semarang, Standby 24 Jam Tangkap Ular yang Masuk Pemukiman

Di sisi lain, Sutikno menyebut masih banyak masyarakat yang menjadikan hewan eksotik, khususnya ular, sebagai bahan konsumsi sehari-hari. Padahal, hewan eksotik bukanlah makanan.

Ia pun berharap adanya gathering atau pameran hewan eksotik di tempat umum ini bisa mengedukasi masyarakat.

“Harapannya, kami dan masyarakat bisa lebih menyayangi hewan. Karena tiap makhluk hidup berhak untuk hidup dengan ekosistemnya masing-masing,” tandas Sutikno. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp