BLORA, beritajateng.tv – Jelang keberangkatan ke tanah suci, ratusan calon jamaah haji di Blora mulai melakukan kegiatan manasik haji.
Rencananya, ratusan calon jamaah haji ini akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 20 sampai 22 juni 2023 mendatang.
Sebanyak 190 calon jamaah haji di Blora, Jawa Tengah mulai melakukan kegiatan manasik haji.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1444 H. Oleh Kementerian Agama (Kemenag) Blora. Kegiatan ini kita laksanakan selama kurang lebih 3 jam. ” ungkap Abdul Kholik, ketua panitia, Minggu (21/5/2023).
Para calon jamaah haji di Blora ini mengikuti setiap rangkaian yang akan di lakukan selama menunaikan ibadah haji di Makkah.
Mulai dari keliling Ka’bah, hingga melempar jumroh. Ratusan calon jamaah haji ini berasal dari 4 Kecamatan.
“Rencananya mereka akan mulai berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci mulai tanggal 20 sampai 22 juni,” jelasnya.
Sebelumnya, sebanyak 9 calon jamaah haji lanjut usia CJH Lansia di Kabupaten Blora, Jawa Tengah siap menjalankan ibadah haji ke tanah suci.
Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora Amalia Winarni mengatakan kuota haji bagi CJH lansia di Blora ada 20 orang. Namun CJH Lansia yang siap berangkat hanya 9 orang.
“Ini bukan karena nomor urut ya, tapi karena tagline Kementerian Agama pusat ramah lansia. Maka kami menyediakan kuota haji lansia 20 orang. Namun CJH Lansia yang siap berangkat hanya 9 orang”, kata Amalia,
Jamaah haji lansia yang tidak berangkat, kata Amalia, ada berbagai alasan. Ada yang karena sudah meninggal dunia, ada pula yang karena sudah uzur.
Calon Jamaah Haji di Blora Siap Berangkat ke Tanah Suci
“Usianya sudah 103 tertua di Jawa Tengah, kesehatannya tidak memungkinkan untuk berangkat,” jelasnya.
Kementerian Agama di bantu tim penyuluh dari KUA di 16 kecamatan mendatangi langsung ke rumah calon jamaah haji. Dan mendapatkan sejumlah 29 calon jamaah melakukan penundaan.
Dari 53 calhaj di Blora, sebanyak 29 orang mengatakan menunda. Dengan alasan menunggu keberangkatan istri maupun suami, dan ada yang karena uangnya belum ada.
Berbagai alasan penundaan di lontarkan. Mulai dari menunggu pasangan yang mendaftar tidak bersamaan. Bahkan ada pula yang beralasan biaya tambahan kurang mencukupi.
Ada pula yang dalam kondisi sakit dan tidak dapat melanjutkan ibadah haji ke tanah Suci.
Ironisnya, sejumlah 14 calon jamaah tidak ikut berangkat lantaran sudah meninggal dunia.
Sementara Pemerintah sendiri sudah memberi kelonggaran waktu calon haji di Blora untuk melunasi BPIH.
Kemenag Blora sudah mendapatkan calon jamaah pengganti yang sudah melakukan pelunasan.
Data dari Kementerian Agama Kabupaten Blora. Pihaknya akan memberangkatkan 612 jamaah haji dan 77 jamaah haji cadangan di Blora. (*)





