Jateng

Respons Kepsek di Semarang soal Larangan Knalpot Brong, Mengaku Siap Awasi Kendaraan Siswa

×

Respons Kepsek di Semarang soal Larangan Knalpot Brong, Mengaku Siap Awasi Kendaraan Siswa

Sebarkan artikel ini
SMKN 3 semarang // knalpot brong
Salah satu siswa SMKN 3 Semarang saat melepas knalpot brong miliknya di bengkel sekolah atau Teaching Factory SMKN 3 Semarang. (Dok SMKN 3 Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah berkomitmen untuk memperketat penggunaan knalpot brong di lingkungan sekolah. Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah bahkan menegaskan, pihaknya tak segan menyita kendaraan siswa yang nekat menggunakan knalpot brong dan akan memanggil orang tua siswa ke sekolah.

“Di lingkungan sekolah memang tidak boleh menggunakan knalpot brong. Digembok kemudian diambil orang tuanya dengan diberi edukasi,” kata Uswatun saat deklarasi ‘Jateng Zero Knalpot Brong’ di depan kantor Gubernur Jateng, Minggu, 14 Januari 2024 kemarin.

Lalu apa tanggapan dari kepala sekolah SMA/SMK di Kota Semarang?

Kepala SMKN 3 Semarang, Harti mengaku siap melarang penggunaan knalpot brong di sekolahnya. Terlebih, di SMKN 3 Semarang sendiri sosialisasi terkait pelarangan knalpot brong sudah berlangsung sejak jauh-jauh hari.

Pihaknya bahkan telah menggandeng Polsek Semarang Selatan, Satpol PP, hingga Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada siswa.

“Gaung untuk bebas knalpot brong sudah SMKN 3 Semarang adakan sejak jauh-jauh hari, kalau sampai hari ini mestinya sudah zero knalpot brong karena sosialisasi telah kami adakan sejak 2 sampai 3 minggu yang lalu,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui di kantornya, Senin, 15 Januari 2024.

Harti mengatakan, gerakan sosialisasi terkait pelarangan knalpot brong di SMKN 3 Semarang telah pihaknya adakan sejak bulan November 2023 lalu. Kemudian, pada awal semester genap atau tepatnya pada tanggal 5 Januari 2024, sosialisasi kembali berlangsung.

BACA JUGA: Deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong, Polda Bakal Panggil Penyelenggara Kampanye Bila Kejadian Terulang

Hingga akhirnya, pada tanggal 8 Januari 2024 kemarin pihaknya mengadakan penindakan pelepasan knalpot brong.

“Tanggal 8 Januari kemarin, dua siswa yang masih menggunakan knalpot brong melepas knalpotnya sendiri di bengkel kami, Teaching Factory. Knalpot brong dikembalikan setelah mereka memasang yang standar,” imbuhnya.

Penggunaan knalpot brong sebagai pencarian jati diri remaja sekolah Semarang

Lebih lanjut, mayoritas siswa SMKN 3 Semarang yang terdominasi oleh laki-laki tentu menjadi tantangan sendiri bagi pihak sekolah.

Harti menyebut penggunaan knalpot brong pada remaja umumnya berkaitan dengan masa-masa pencarian jati diri, keinginan untuk mencoba hal-hal baru, hingga tantangan dari sesama anggota kelompok pertemanannya.

Namun demikian, Harti menegaskan jika pihak sekolah harus hadir dan siap membimbing ketika siswa melewati masa-masa tersebut.

“Sekolah harus berperan sebagai fasilitator, artinya memfasilitasi mereka ketika nyari jati diri, kalau bisa membimbing, menyalurkan energi siswa ke ajang kreativitas,” tegasnya.

Sementara itu, pengadaan sosialisasi pelarangan knalpot brong juga berlangsung di SMK Mataram Semarang. Kepala SMK Mataram, Eri Setiawan menjelaskan, sejak awal Juli 2023, pihaknya telah rutin melakukan pemeriksaan kendaraan siswa di lingkungan sekolah.

Menurut pengakuan siswa, kata Eri, mereka memakai knalpot brong supaya terlihat keren dan untuk pamer dengan kelompoknya masing-masing. Hasilnya, ada sekitar 5 persen dari 600-an siswa yang memasang knalpot brong di motornya.

BACA JUGA: Jelang Kampanye Rapat Umum Mulai 21 Januari, Polda Jateng Masif Tertibkan Kendaraan Knalpot Brong

“Kita larang motor berknalpot brong masuk ke sekolah, harus parkir di luar tidak boleh masuk ke sekolah. Setelah dua sampai tiga bulan mulai berkurang,” ujar Eri.

Eri pun berharap, dengan peraturan dan kerja sama berbagai stakeholder baik pihak sekolah, kepolisian, dinas terkait, hingga masyarakat, program ‘Jateng Zero Knalpot Brong’ dapat terwujudkan.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp