SEMARANG, beritajateng.tv – Banyak orang menganggap bahwa makan ketika sahur dalam porsi banyak dapat membuat puasa lebih kuat. Namun nyatanya, kebiasaan tersebut justru menimbulkan rasa lapar lebih cepat muncul di siang hari.
Sekitar pukul 4 pagi, kadar insulin tubuh berada dalam kondisi tinggi.
Jika pada saat itu kita mengonsumsi makanan berlebihan, terutama tinggi karbohidrat, gula darah akan melonjak tajam.
BACA JUGA: Mau Diet Tapi Susah? Berikut Ide Menu Makan Malam yang Nggak Bikin Gendut
Mulanya lonjakan tersebut memang memberi energi, tetapi setelahnya gula darah akan turun kembali dan menimbulkan rasa lapar. Biasanya kondisi ini mulai terasa sekitar pukul 10 pagi dan tubuh sudah merasa lapar.
Memasuki siang hari, tubuh menjadi lebih lemas dan mudah mengantuk. Penurunan energi tersebut dipicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil sejak waktu sahur.
Karena itu, makan terlalu banyak bukan solusi agar kuat berpuasa.
Dampak Lonjakan Gula Darah Saat Sahur
Asupan karbohidrat yang berlebihan, membuat tubuh cepat mengubahnya menjadi gula darah. Proses ini menyebabkan “spike” yang diikuti penurunan drastis beberapa jam kemudian.
Penurunan ini memberi sinyal lapar meski cadangan energi belum sepenuhnya habis. Akibatnya, rasa lapar muncul lebih cepat dari seharusnya.
Kondisi seperti ini membuat tubuh terasa lesu dan sulit fokus. Energi yang tidak stabil berdampak pada produktivitas sepanjang hari.
Maka dari itu, sebaiknya ketika sahur makan secukupnya, karena yang penting bukan jumlahnnya, namun kualitas komposisi nutrisinya.
Utamakan Protein dan Serat agar Kenyang Lebih Lama
Cara agar membuat rasa kenyang lebih tahan lama, yaitu dengan memperbanyak kandungan protein dan serat. Keduanya membantu memperlambat proses pencernaan dan menjaga kestabilan gula darah.
BACA JUGA: Tren Diet Karnivora di Medsos Dinilai Menyesatkan, Ini Bahayanya
Makanan yang kaya akan sumber protein seperti telur dan dada ayam, memberi rasa kenyang lebih padat. Kandungan serat dari kurma dan alpukat juga membantu memperlambat penyerapan gula.
Kombinasi ini membuat energi terlepas secara bertahap sehingga tubuh tidak mudah lapar atau lemas di siang hari.
Sebaliknya, jika sahur didominasi karbohidrat, maka rasa lapar akan lebih cepat datang dan puasa terasa lebih berat dan kurang nyaman dijalani.
Jadi intinya, sahur bukan tentang makan dalam porsi banyak, melainkan memilih nutrisi seimbang agar puasa lebih awet, stabil dan optimal. (*)





