SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang dan Persijap Jepara pernah menjadi rival sengit pada masanya. Sewaktu laga Derby Jateng, bentrok antara suporter PSIS dan Persijap pun tak jarang terjadi di dalam maupun luar stadion.
Namun, itu adalah cerita lama ketika kedua tim masih berlaga dalam kompetisi Liga Indonesia di tingkat yang sama. Kini, PSIS dan Persijap berada di kasta yang berbeda.
PSIS bermain di Liga 1, kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sementara Persijap harus berjuang di Liga 2. Akibatnya, pertemuan antara kedua tim ini belum memungkinkan untuk sementara waktu.
BACA JUGA: Manajemen Ungkap Alasan Sebenarnya PSIS Tak Ikut Piala Presiden, Singgung Slot Pemain Asing Terakhir
Meski berbeda liga, PSIS dan Persijap saat ini berada dalam situasi yang mirip menjelang musim anyar Liga Indonesia.
Keduanya mesti bermain sebagai tim musafir, menggelar laga kandang di kota lain karena stadion kandang masing-masing sedang direnovasi.
PSIS tak bisa menggunakan Stadion Jatidiri Semarang, sedangkan Persijap tak bisa memakai Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.
PSIS Semarang dan Persijap Kepara mesti cari stadion alternatif
Akibat renovasi tersebut, kedua tim mesti mencari stadion alternatif guna menjamu lawan mereka. CEO PSIS, Yoyok Sukawi, mengungkapkan, bermain di kota lain sangatlah menyulitkan.
“Sangat menyulitkan sekali kalau kita menjadi tim musafir. Itu home rasa away. Berkaca tahun lalu, setelah main di Magelang, ruh PSIS itu hilang, karena mental bermain pemain, semangat pemain, dukungan suporter juga hilang,” kata Yoyok di kanal YouTube PSIS Official beberapa waktu yang lalu.
Musim ini, PSIS mengusulkan penggunaan lapangan Kick POJ City Semarang yang berlapis rumput sintetis untuk laga yang bukan big match. Namun, opsi ini masih menunggu verifikasi dari operator Liga 1.
BACA JUGA: Sekali Lagi Gelar Laga Uji Coba Pramusim, PSIS Semarang Siap Hadapi Persekat Tegal dari Liga 2
Untuk laga besar, PSIS memilih Stadion Manahan Solo atau Stadion Madya Magelang sebagai alternatif.





