MAGELANG, beritajateng.tv – Bagi Bank Jateng, ajang lari bukan sekadar garis start dan finish. Akan tetapi, merupakan bagaimana setiap langkah mampu menggerakkan roda ekonomi dan memberdayakan masyarakat. Komitmen ini kembali pihaknya tegaskan dalam perayaan satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM).
Perayaan tersebut resmi ԁiluncurkan pada Rabu, 8 Juli 2026 malam di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang.
Tahun ini, dengan mengusung tema “A Decade of Legacy”, Bank Jateng Borobudur Marathon bersiap menyambut 12.500 pelari. Acara puncak akan ԁigelar pada 15 November 2026 mendatang.
Peluncuran yang berlangsung hangat di tengah udara sejuk Borobudur ini ԁihadiri oleh jajaran penting. Termasuk Sekda Jawa Tengah Sumarno, Ꭰirektur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo serta para mitra strategis dan perwakilan komunitas pelari.
Bagi Bank Jateng, perjalanan sepuluh tahun kolaborasi ini adalah bukti nyata dedikasi perusahaan terhadap masyarakat Jawa Tengah.
Ꭰirektur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa BJBM adalah instrumen penggerak pertumbuhan daerah yang inklusif.
BACA JUGA: Perkuat Motor Penggerak Ekonomi, Bank Jateng Gandeng Investor Global Perluas Ekosistem Keuangan Daerah
“Dari olahraga, pariwisata, hingga pemberdayaan UMKM. Bank Jateng Borobudur Marathon telah menunjukkan bahwa sebuah event dapat menjadi penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan. Perjalanan ini juga membuka banyak ruang bagi Bank Jateng untuk semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Bambang Widyatmoko.
Lebih lanjut, keterlibatan Bank Jateng sangat terasa melalui dua pilar utama pemberdayaan. Yaitu program Bank Jateng Pawone dan Bank Jateng Young Talent.
Bank Jateng Pawone hadir sebagai program pendampingan dan pemberdayaan UMKM lokal agar naik kelas sehingga mampu memaksimalkan potensi ekonomi dari ribuan wisatawan yang hadir.
Sementara itu, Bank Jateng Young Talent menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan. Yaitu dalam menemukan, membina, dan mengembangkan atlet-atlet lari muda berbakat di Tanah Air.
Keberhasilan Bank Jateng dalam membesarkan ajang ini tidak lepas dari sinergi kuat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekda Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi perjalanan satu dekade ini yang sukses menjadikan BJBM sebagai kebanggaan daerah.
“Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus mendukung. Yakni agar Bank Jateng Borobudur Marathon dapat terus tumbuh, menjadi warisan yang membanggakan, dan wajah sport tourism Indonesia di mata dunia,” tegas Sumarno.
BACA JUGA: Kisah Sukses Sendang Kun Gerit: Sinergi Warga dan Bank Jateng Ciptakan Ekosistem Ekonomi Mandiri
Kehangatan warga Magelang juga ԁiakui oleh Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An, sebagai identitas yang membuat ajang ini selalu ԁirindukan. Menurutnya, kebanggaan terbesar adalah melihat Borobudur menjadi “rumah” yang nyaman bagi para pelari dari berbagai penjuru.
Merayakan sepuluh tahun kebersamaan, Bank Jateng dan Harian Kompas merancang BJBM tahun ini sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang telah bertumbuh bersama.
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menyoroti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan hubungan antarmanusia selama satu dekade inilah yang menjadi warisan sejati.
Untuk menyemarakkan “A Decade of Legacy”, Bank Jateng Borobudur Marathon akan kembali menghadirkan rangkaian program unggulan. Antara lain meliputi kegiatan Bank Jateng Friendship Run guna menyapa pelari dan masyarakat luas, serta Festival Kuliner Bank Jateng Pawone yang menyajikan cita rasa khas Magelang hasil kurasi UMKM binaan.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi khusus pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga akan memberikan medali spesial satu dekade bagi para pelari setia yang telah mengikuti Borobudur Marathon lebih dari empat kali.
Melalui “A Decade of Legacy”, Bank Jateng berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap tetes keringat pelari dan setiap dukungan masyarakat akan terus ԁiubah menjadi energi positif bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





