Gaya Hidup

Sebelum Nonton di Bioskop, Simak Berikut Review Seputar Film Conclave

×

Sebelum Nonton di Bioskop, Simak Berikut Review Seputar Film Conclave

Sebarkan artikel ini
Film Conclave
Film Conclave. (instagram/@conclavethefilm)

SEMARANG, beritajateng.tv – Conclave merupakan salah satu film terbaru karya Edward Berger yang sebentar lagi bakal tayang di bioskop tepat pada 26 Februari mendatang.

Film ini menghadirkan kisah yang cukup menegangkan yakni pemilihan pemimpin Gereja Katolik. Menghadirkan pemain Ralph Fiennes sebagai pemeran utamanya.

Menyaksikan film tersebut, kamu bakal terhanyut ke dalam dunia politik Vatikan. Seperti apa kisahnya? Berikut ini review seputar film yang satu ini.

Review Film Conclave

Dari sisi sinematografi, film ini menampilkan visual yang luar biasa. Desain St Peter’s Basilica dan interior Kapel Sistina sebagai latar belakang film diperlihatkan dengan detail yang memukau.

BACA JUGA: Angkat Isu KDRT dari Perspektif yang Berbeda, Begini Sinopsis Film Samawa

Pencahayaan yang redup dan warna-warna klasik menciptakan atmosfer misterius yang semakin memperdalam cerita dalam Conclave.

Akting para pemain utama juga patut dipuji. Ralph Fiennes berperan sebagai Kardinal Lawrence dengan penuh otoritas. Namun tetap menunjukkan sisi manusiawi yang membuat penonton terus penasaran dengan ambisinya.

Stanley Tucci, John Lithgow, dan Sergio Castellitto masing-masing menghidupkan karakter mereka dengan karisma yang kuat.

Namun demikian, pendekatan cerita Conclave yang terlalu imajinatif terasa berlebihan.

Film ini menggambarkan para kardinal lebih sebagai politisi yang sangat menginginkan kekuasaan, dengan terlalu menekankan skandal dan manipulasi.

Alih-alih memberikan gambaran realistis tentang proses konklaf yang sesungguhnya, Conclave justru berubah menjadi thriller misteri ala Angels & Demons (2009) tanpa Tom Hanks.

BACA JUGA: Telah Rilis di 7 Negara, Cek Berikut Review Film Horor Berjudul Anak Kunti

Dengan durasi sekitar 2 jam, film ini terlalu fokus pada penyampaian pesan moral dan kritik terhadap gereja.

Momen puncak yang seharusnya menampilkan ledakan dramatis malah terasa datar dan kurang emosional.

Twist di akhir cerita tampak seperti sebuah pesan tersembunyi yang bersifat liberal, sehingga membuat film ini kehilangan kekuatan pesan religius yang sebenarnya bisa disampaikan.

Secara keseluruhan, dengan sinematografi yang memukau dan akting para pemain yang solid, Conclave memang pantas masuk dalam nominasi Academy Awards 2025.

Sayangnya, banyaknya intrik dalam film Conclave justru membuatnya kurang menggugah sebagai drama politik. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp