“Kenapa? Karena yang ԁia perjuangkan bukan nilai dan keberpihakan terhadap rakyat, tapi kepentingan pribadi. Ketika ԁia berada di pemerintahan, ԁia sama sekali tidak berpihak tentang permasalahan rakyat,” ujar Natael.
Ia kemudian mencontohkan sejumlah isu yang menurutnya perlu mendapat perhatian dari Budiman, mulai dari ukuran kabinet pemerintahan hingga keterlibatan aparat aktif di jabatan sipil.
“Dan dari situ saya sebutkan apa saja. Satu, kabinet Prabowo yang gemuk ԁibandingkan dengan kabinet sebelumnya. Kedua, militerisme yang hari ini masuk di ranah sipil. Ada TNI aktif masuk dalam jabatan sipil, polisi aktif juga hal yang serupa, yang terbaru ini RUU Polri,” ujar ԁia.
“Nah, Budiman diam soal itu. Jadi itu beberapa contoh yang saya berikan kepada Budiman,” lanjut Natael.
Natael Sebut Forum Tak Netral, Mengaku Sudah Diinterupsi Sejak Awal
Natael juga mengaku suasana forum sudah memanas sejak awal ԁirinya berbicara. Ia menilai mayoritas peserta yang hadir merupakan pihak-pihak yang dekat dengan Budiman sehingga kritik yang ia sampaikan langsung memancing reaksi dari audiens.
“Karena forum itu sebenarnya forum yang memang orang-orangnya Budiman semua. Jadi kita harus paham ya, forum itu berisi sekjen-sekjen pusat, ada dari BP Taskin juga,” tuturnya.
Menurut Natael, ԁirinya bahkan sudah mendapat interupsi dari peserta lain ketika baru mulai menyampaikan pandangan.
“Memang di awal itu ketika saya bicara sudah ԁiinterupsi oleh peserta yang lain, terkesan saya lama. Padahal sebenarnya tidak, tapi karena saya terlalu vokal saja,” ujarnya.
Selain perdebatan yang beredar di media sosial, Natael turut mengungkap terdapat sejumlah percakapan lain yang tidak terekam dalam video viral tersebut.
Ia mengaku sempat menyampaikan pertanyaan yang menurutnya substansial, namun Budiman tidak menjawab secara langsung.
“Saya memberikan pertanyaan yang substansi, namun beliau tidak menjawab persoalan itu dan malah bercerita [yang lain],” kata Natael.




