Jateng

Sebut Jawa Tengah Miskin Sekali, Gubernur Ahmad Luthfi: Kita Perbaiki Layanan Dasar

×

Sebut Jawa Tengah Miskin Sekali, Gubernur Ahmad Luthfi: Kita Perbaiki Layanan Dasar

Sebarkan artikel ini
gubernur jateng ahmad luthfi solusi kemiskinan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyampaikan sambutannya dalam Media Gathering di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 2 Juli 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan provinsi yang ia pimpin masih tergolong miskin.

Saat menyampaikan sambutannya dalam Media Gathering di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 2 Juli 2025, Mantan Kapolda Jateng itu pun menyebut wilayahnya termasuk sangat miskin.

“Jawa Tengah itu mempunyai angka kemiskinan 9,58 persen. Miskin kita, jangan gaya bahwa ‘oh Jawa Tengah [ini] itu’. Kita miskin sekali, parameternya miskin banyak,” ungkap Luthfi.

Dalam hematnya, pengentasan kemiskinan di Jateng tak boleh hanya mengandalkan potensi satu daerah saja.

“[Misalnya] daerah saya Brebes, bawangnya besar, income-nya banyak, itu tidak cukup. Di Pekalongan batiknya besar, [tapi] tidak cukup, di Solo event tourism dan ekonomi kreatifnya besar, itu tidak cukup,” tegas Luthfi.

BACA JUGA: Dubes Kunjungi Kantor Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Rute Penerbangan ke Singapura

Bagi Luthfi, konektivitas antarbidang penting untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Dia harus ada konektivitas terkait, [misalnya] pendidikan harus terkoneksi dengan kesehatan, pendidikan [terkoneksi] dengan layanan-layanan lain. Yang pertama kita perbaiki adalah layanan dasar,“ jelasnya.

Luthfi menyebut perbaikan sandang, pangan, dan papan warga Jawa Tengah menjadi prioritas untuk keluar dari jurang kemiskinan.

“Sandang, pangan, papan kita tambah pendidikan dan kesehatan, itu prioritas yang harus kita kroyok bersama-sama,” sambung Luthfi.

Penyaluran bansos hingga perbaikan rumah tak layak huni jadi jurus Ahmad Luthfi tangani kemiskinan

Lebih lanjut, Luthfi menerangkan kategori kemiskinan yang terbagi menjadi empat, yakni P1, P2, P3, dan P4.

Kategori P1 atau miskin ekstrem, P2 atau miskin sekali, dan P3 atau potensi miskin menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah saat ini.

Luthfi menegaskan, 10 kabupaten/kota termiskin di Jawa Tengah akan ia prioritaskan untuk pihaknya intervensi. Salah satunya dengan menggencarkan penyaluran bantuan sosial (bansos).