SEMARANG, beritajateng.tv – Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo (St.) Fransiskus Asisi Semarang menggelar Yudisium dan Pengukuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Katolik dalam jabatan Batch 2 Tahun 2023. Adapun acara ini berlangsung di Kotta Hotel Semarang, Sabtu, 20 Januari 2024.
STPKat St. Fransiskus Asisi Semarang berhasil meluluskan 307 guru yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera hingga Kalimantan. Sebanyak 56 di antaranya hadir secara luring di Kotta Hotel serta 251 sisanya hadir secara daring melalui Zoom meeting.
Ketua STPKat St. Fransiskus Asisi Semarang, Irene Hartutik menyampaikan ucapan terima kasih. Ia juga mengekspresikan rasa bangga atas lulusan program PPG kali ini. Menurutnya, tuntutan menjadi guru profesional dewasa ini tentu tidak mudah. Perlu proses baik waktu, tenaga, hingga pikiran untuk dapat menyelesaikan seluruh kurikulum PPG dengan baik.
“Para guru perlu menyiapkan diri dengan belajar untuk menguasai konten materi, IT, literasi, pedagogi, tentu motivasi dan kerja keras untuk melampuinya. Dan pada hari ini bapak ibu telah mmebuktikannya,” kata Hartutik dalam sambutannya.
Hartutik menambahkan, selama menjalankan program PPG, mau tidak mau, para guru dipaksa belajar dan memanfaatkan berbagai platform digital. Mulai dari kembali memelajari materi agama Katolik, memanfaatkan teknologi, merancang modul ajar sesuai Kuruikulum Merdeka, hingga membuat media pembelajaran yang menarik.
BACA JUGA: Siswa SMKN 10 Semarang Pamerkan Karya, dari Miniatur Kapal hingga Game Canggih
Lebih lanjut, Hartutik mengajak para guru untuk senantiasa mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama pada siswanya sejak dini. Hal itu demi memastikan generasi muda Indonesia dapat hidup berdampingan dengan orang lain meski di tengah perbedaan, sembari tetap berpadoman pada nilai-nilai Kristiani.
“Pesan saya adalah jangan pernah berhenti belajar, jika seorang guru sudah berhenti belajar, bagaimana mungkin dia secara moral dapat menasehati muridnya untuk belajar,” tambahnya.
Percepatan kesejahteraan dan mutu guru melalui PPG
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama (Kemenag) RI, Albertus Triatmojo mengapresiasi STPKat St. Fransiskus Asisi Semarang yang berhasil menyelenggarakan program PPG hingga batch 2 tahun 2023 ini.
Ia menjelaskan, program PPG adalah kegiatan prioritas pemerintah yang berkaitan dengan amanat Undang-Undang, yang mana setiap guru harus memiliki sertifikat profesi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tahun 2008 yang kemudian mendapat perbaruan dalam PP Nomor 19 tahun 2017, kata Albertus, sertifikasi guru merupakan penanda sebagai guru formal.
BACA JUGA: Kisah Martin Sitepu, Kepala Sekolah Semarang yang Lulus S2 dari Jualan Telur Asin
“Sertifikat itu adalah penanda, yang paling penting diharapkan dari proses ini, bapak ibu menjadi lebih fresh sebagai guru profesional dan pada akhirnya kualitas pembelajaran yang akan menghasilkan siswa-siswi yang menjadi kebanggaan bapak ibu semua,” harapnya.
Albertus menuturkan, ujung dari proses PPG memanglah pemberian kesejahteraan kepada para guru. Namun, selanjutnya, mereka juga mengemban tanggung jawab tinggi untuk mendidik dan menghasilkan siswa yang bermutu tinggi.
“Sekali lagi saya mengucapkan Proficiat kepada bapak ibu guru yang telah lulus. Terima kasih telah membantu kita semua dalam rangka kemajuan bangsa,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





