Ia menyebut, total 41 unit armada baru sudah langsung dioperasikan pada tahap awal. Sementara puluhan unit lainnya masih dalam proses produksi di karoseri dan akan menyusul dalam waktu dekat.
“Sekitar 50 unit masih dalam tahap pengerjaan di Karoseri. Begitu siap secara fisik dan administrasi, langsung kita operasikan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, lanjut Danang, program peremajaan di tahun 2026 mencakup sekitar 130 unit, termasuk 27 bus listrik yang akan memperkuat layanan di koridor utama.
Danang optimistis, dengan armada baru, berbagai kendala teknis yang selama ini dikeluhkan penumpang dapat diminimalkan.
“Selama ini masalahnya karena usia kendaraan sudah tua. Dengan bus baru, harapannya tidak ada lagi ‘cumi-cumi darat’, tidak ada lagi mogok atau insiden lain di jalan,” ujarnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





