Olahraga

Semarang Gagal ke Semifinal MilkLife Soccer Challenge, Sempat Kalah Tipis dari Surabaya All Stars

×

Semarang Gagal ke Semifinal MilkLife Soccer Challenge, Sempat Kalah Tipis dari Surabaya All Stars

Sebarkan artikel ini
MilkLife Soccer Challenge All Stars
Ofisial tim Semarang Dhimas Andy bersama pemain Azzahra Oryza Satyva dan Adesta saat konferensi pers setelah pertandingan melawan Surabaya pada MilkLife Soccer Challenge All Stars di Supersoccer Arena Kudus. (Dok)  

KUDUS, beritajateng.tv – MilkLife Soccer Challenge All Stars yang digelar oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation digelar di lapangan Supersoccer Arena Kudus mulai 24 hingga 26 Januari 2025. Pada pertandingan grup B sepak bola putri KU 10-12 tahun, Semarang harus menerima kekalahan melawan Jakarta.

Ofisial tim Dhimas Andy mengatakan bahwa tim Semarang menunjukkan aksinya yang menjanjikan.

‘’Secara permainan, tim Semarang cukup bagus dan menjanjikan. Jadi meskipun kalah dan akhirnya gagal ke semifinal, kami tidak terlalu kecewa. Anak-anak sudah bermain baik,’’ kata Dhimas kepada wartawan dalam konferensi pers Media Centre, Jumat 24 Januari 2025.

Pada pertandingan kedua Grup B babak final MilkLife Soccer Challenge All Stars kelompok umur 10-12 tahun di lapangan Supersoceer Arena Kudus, Tim Semarang kalah tipis dari Surabaya 0-1.

BACA JUGA: Khong Guan Group Luncurkan Program ‘Sejuta Bola Superco Untuk Indonesia’ Bina Talenta Sepak Bola Muda

Sebelumnya di MilkLife Soccer Challenge All Stars, tim asuhan Aji Irawan juga kalah dari unggulan utama Jakarta 0-2. Dengan demikian, pada event yang Bakti Olahraga Djarum Foundation gelar tersebut, Semarang menempati posisi juru kunci Grup B dengan nilai 0.

Posisi pertama  Jakarta dengan nilai 6 sekaligus memastikan lolos ke semifinal. Jakarta menang atas Yogyakarta 3-0. Surabaya dan Yogyakarta (3) menepati posisi kedua dan ketiga.

Pertandingan terakhir, Semarang akan jumpa Yogyakarta dan Jakarta melawan Surabaya pada Sabtu, 25 Januari 2025. Bagi Yogyakarta dan Surabaya kemenangan menjadi penting untuk bisa mendampingi Jakarta.

Pada Grup A, tuan rumah Kudus juga memastikan langkah lolos ke semfinal setelah pada pertandingan kedua menang atas Tangerang 2-0 (sebelumnya menang atas Solo 1-0).

Solo juga senasib Semarang setelah pada pertandingan kedua kalah dari Bandung 0-2. Bandung dan Tangerang masing-masing nilai 3 akan berebut tempat kedua. Pada pertandingan terakhir, Bandung akan melawan Kudus dan Tangerang melawan Solo.

Dhimas menyatakan hasil yang dicapai sebenarnya berbanding lurus dengan kondisi tim-tim lawan. Event MilkLife Semarang digelar paling akhir dibanding kota-kota lain.

‘’Namun, namanya pertandingan tentu ingin menang.  Bersyukur hanya kalah tipis dari lawan-lawan,’’ kata Dhimas.

Awalnya, jadwal event di Semarang pertengahan November, tertunda karena berbarengan dengan Pilgub dan Pilwakot. Turnamen baru digelar pertengahan Desember 2024, pada saat kota-kota lain sudah persiapan.

‘’Ya, kami baru menyusun tim setelah hasil seleksi pada pertengan Desember itu,’’ kata Dhimas tanpa bermaksud mencari alas an pembenaran.

BACA JUGA: Meningkat Dua Kali Lipat, MilkLife Soccer Challenge Semarang

Timo Scheunemann, yang merupakan head coach MilkLife Soccer, juga menyebut bahwa kualitas rata-rata pemain Semarang berada di bawah kota-kota lain.

‘’Tapi tidak masalah. Semarang sudah tampil bagus, melebihi ekspektasi,’’ katanya.

Adapun dua pemain Semarang Azzahra Oryza Satyva dan Aqella Cinta Adesta menyatakan rasa kecewa. Sebab harapannya untuk bisa bersaing lebih jauh harus terhenti.

‘’Soal hasil kami kecewa.  Tetapi permainan kami lebih dari apa yang diharapkan,’’ katanya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp