Jateng

Semarang Kebanjiran Tamu MTQ, Bus Listrik Disiapkan untuk Kenalkan Destinasi Wisata

×

Semarang Kebanjiran Tamu MTQ, Bus Listrik Disiapkan untuk Kenalkan Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini
Kafilah MTQ bertemu Wali Kota Semarang seusai memanfaatkan layanan armada bus listrik saat Dampak MTQ Wisata Semarang mulai mendongkrak tingkat kunjungan di sejumlah destinasi. (Doc. Pemkot Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melihat dampak ekonomi dari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026.

Sejak pembukaan MTQ Nasional XXXI di kawasan Simpang Lima, aktivitas masyarakat dan tamu di sejumlah titik Kota Semarang ikut meningkat. Kondisi ini, tentunya memberikan dampak domino di sektor ekonomi, mulai dari sektor kuliner, UMKM hingga pariwisata.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan MTQ Nasional menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Semarang kepada tamu yang datang hingga 19 September 2026.

Menurutnya, pembukaan MTQ baru menjadi awal dari rangkaian kegiatan. Pemkot masih menyiapkan berbagai agenda hingga acara penutupan.

BACA JUGA: Semarang Andalkan Pajak Restoran untuk Genjot PAD, Realisasi Tembus Rp1,99 Triliun 

Sektor kuliner hingga UMKM kini tumbuh pesat, sehingga MTQ memberi dampak pada sektor wisata Semarang dan memberi keuntungan warga. Pemerintah daerah terus menyiapkan aneka acara pendukung, agar suasana kota makin hidup penuh kemeriahan.

Mobilisasi peserta makin mudah lewat penyediaan moda transportasi, supaya optimasi Dampak MTQ Wisata Semarang makin luas terjangkau.

Pemerintah sengaja menyediakan bus listrik khusus perkelilingan, sebab akses perjalanan harus dijamin aman.

Mengapa Pemerintah Kota Menyiapkan Armada Bus Listrik Khusus?

Pemerintah ingin mengenalkan ragam destinasi unggulan daerah, karena kunjungan peserta tidak boleh terbatas arena perlombaan. Mobilitas para peserta difasilitasi penuh secara modern, sehingga rombongan tamu dapat berkeliling kota dengan sangat mudah.

“Kemarin lancar dan bagus banget,” ujar Agustina menjelaskan progres rangkaian agenda yang masih terus berlangsung. Evaluasi pelayanan transportasi terus dilakukan panitia, agar kenyamanan kafilah selama di daerah tetap terjaga baik.

Peningkatan angka Kunjungan wisata kini mulai nyata, sebab banyak tamu tertarik mendatangi objek bersejarah.

“Banyak dan ini ada peningkatan kunjungan untuk MTQ ini sangat bermanfaat bagi Kota Semarang,” kata Agustina.

Strategi Promosi Wisata Dan Penguatan Ekonomi Usaha Kecil

Pusat kuliner halal sengaja didirikan di Simpang Lima, sehingga pengunjung dapat menikmati beragam makanan lokal khas. Acara hiburan anak diselenggarakan secara berkala, agar daya tarik kawasan pameran makin kuat memikat.

“Teman-teman sangat kreatif,” ujarnya memuji inovasi panitia dalam meramaikan seluruh rangkaian acara pameran UMKM.

Produk unggulan disajikan pada lokasi strategis, sehingga wisatawan tidak perlu mencari tempat jauh lainnya.

“Ada beberapa the best-nya Kota Semarang, bisa tidak usah cari jauh-jauh, ada di situ,” katanya. Pengoperasian kendaraan ramah lingkungan disiagakan setiap hari, sebab rute kunjungan difokuskan menuju destinasi wisata terbaik.

“Kita fasilitasi dengan bus listrik yang baru kita itu berputar-putar,” jelasnya mengenai fasilitas transportasi publik.

Akses pembayaran digital QRIS diterapkan secara praktis, sehingga kemudahan transaksi wisatawan dapat terwujud secara cepat.

Kehadiran armada membantu peserta agar tidak tersesat, karena petugas siap mengantar rombongan kembali menuju hotel. “Dan bus kita standby terus,” ujar Agustina memastikan kesiapan layanan transportasi selama acara berlangsung.

Tips Memaksimalkan Peluang Ekonomi Saat Gelaran Acara Nasional

Para pedagang kecil harus menjaga kebersihan stan, supaya pembeli merasa nyaman saat bertransaksi di pameran. Promosi produk lokal dapat dilakukan secara digital, karena jangkauan media sosial sangat luas efektif.

Kualitas pelayanan tempat wisata wajib terus ditingkatkan, sehingga kesan positif wisatawan dapat bertahan sangat lama.

Olahan kuliner khas harus hadir dengan kemasan lebih secara menarik, namun patokan harga tetap berada pada standar wajar.

Pelaku usaha dapat membukukan peningkatan omzet harian, sebab perputaran uang di sekitar arena pameran sangat tinggi. “Kalau itu senang kita ya,” katanya.

Kawasan sekitar lokasi acara kini semakin dipadati pedagang, sehingga dampak ekonomi menyebar secara merata ke masyarakat. “Ini banyak sekali yang mremo di seputaran Simpang Lima,” ujarnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp