Ekbis

Sempat Anjlok di Awal Ramadan, Okupansi Hotel di Semarang pada Pekan Kedua Perlahan Membaik

×

Sempat Anjlok di Awal Ramadan, Okupansi Hotel di Semarang pada Pekan Kedua Perlahan Membaik

Sebarkan artikel ini
Hotel Ramadan | Efisiensi Hotel | Kades Pati | Kos Bebas | ilustrasi kamar hotel | rumah produksi film dewasa | Hotel Kota Semarang
Ilustrasi kamar hotel. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki pekan kedua bulan Ramadan, tingkat hunian atau okupansi hotel di Kota Semarang diharapkan mengalami peningkatan.

Sejumlah hotel di Semarang sebelumnya melaporkan anjloknya okupansi di pekan pertama Ramadan. Salah satunya ialah Hotel Harris Sentraland Semarang.

Muhammad Azkar mengatakan, Ramadan memang merupakan salah satu periode di mana perhotelan mengalami low season. Selain itu, adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah juga semakin membuat jumlah tamu menginap mengalami penurunan drastis.

Oleh karenanya, pihak hotel mengandalkan paket iftar atau buka puasa bersama (bukber) sebagai alternatif sumber pendapatan di tengah turunnya okupansi kamar.

BACA JUGA: Berbuka Puasa di Ketinggian “Waktu Iftar Bersama” Louis Kienne Hotel Semarang

“Di hotel itu ketika masuk bulan Ramadan, okupansi hotel turun setidaknya untuk satu minggu pertama Ramadan. Untuk menambal profit kamar dialihkan ke departemen lain yaitu food and beverages,” kata Azkar saat beritajateng.tv hubungi, Minggu, 8 Maret 2025.

Meski demikian, Azkar optimistis bahwa tingkat okupansi akan perlahan membaik saat memasuki pekan kedua Ramadan. Sejumlah wisatawan dan tamu luar kota mulai melakukan pemesanan kamar.

Menurut prediksi Azkar, okupansi akan perlahan mengalami peningkatan hingga puncaknya menjelang libur panjang Idul Fitri nanti.

“Untungnya, karena tahun ini kalo Ramadan mepet awal tahun jadi untuk kegiatan corporate masih jalan, jadi meskipun kamar masih low tapi event di ballroom masih ada. Kami berharap hingga seminggu sebelum lebaran udah mulai merangkak lagi,” ujarnya.

Lokasi hotel jadi penentu

Hal serupa juga terjadi di Hotel Santika Premiere Semarang. Okupansi di hotel yang terletak di dekat Simpang Lima Semarang itu mengalami penurunan selama bulan Ramadan.

Namun, berbeda dengan hotel lainnya, okupansi Hotel Santika di awal Ramadan tahun ini masih cukup tinggi, mencapai 70 persen.

“Memang perbandingan bulan biasa dengan bulan Ramadan jauh, kita biasa okupansi 98 sampai 100 persen setiap harinya. Tapi alhamdulillah di awal Ramadan ini okupansinya bagus, bisa menyentuh 70 persen,” ungkap Liya Anwar.

Liya menyebut, lokasi hotel yang strategis di pusat kota menjadi salah satu faktor utama yang membuat okupansi tetap stabil. Selain itu, faktor loyalitas tamu juga berperan penting dalam menjaga tingkat hunian.

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Bukber di Hotel Semarang dengan Paket All You Can Eat, Makan Puas Bersama!

“Kami lumayan senior, tahun ini memasuki 34 tahun, banyak tamu loyal yang selalu repeat [order]. Jadi okupansi 70 persen itu berasal dari tamu yang selalu kita reached out berkala dan keep in touch,” lanjutnya.

Liya menambahkan, strategi pemasaran Hotel Santika juga mengalami penyesuaian. Jika biasanya hotel lebih banyak mengandalkan tamu dari sektor pemerintahan dan korporasi, maka di masa Ramadan dan Lebaran, target pasar beralih ke segmen keluarga.

“Yang biasanya fokus government kami alihkan ke family, karena mulai memasuki lebaran banyak yang mauk keluarga, kami menyiapkan libur panjang lebaran seperti paket halal bi halal,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp