Jateng

Seribu Lebih Titik Jalan Berlubang di Pati-Jepara, Target Rampung Ditambal Sebelum Lebaran

×

Seribu Lebih Titik Jalan Berlubang di Pati-Jepara, Target Rampung Ditambal Sebelum Lebaran

Sebarkan artikel ini
Jalan Berlubang Pati | Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Sebagai contoh yang di Magelang itu tinggal 25 titik yang belum tertangani. Di Cilacap juga tinggal 28 atau berapa,” jelas Henggar.

Henggar menegaskan seluruh lubang jalan provinsi ditargetkan rampung sebelum masa angkutan Lebaran. Ia mengingatkan, pada H-7 Lebaran tidak boleh ada pekerjaan jalan yang mengganggu arus lalu lintas.

BACA JUGA: Persiapan Jelang Arus Mudik, DPUPR Blora Mulai Tambal Jalan Rusak dan Berlubang

Ia khawatir jika pekerjaan perbaikan terlalu mepet, justru harus berhenti saat H-7 dan mengganggu kesiapan mudik.

“Kami semua kemarin minta kalau untuk penanganan lubang di jalan ini harus clear sebelum masa angkutan Lebaran. Kalau kami langsung melakukan penanganan terlalu dekat, saya takutnya nanti H-7 kami harus disuruh berhenti, malah repot. Padahal di satu sisi H-7 memang tidak boleh ada pekerja di jalan,” ujarnya.

Kendati begitu, selama masa libur Lebaran, Henggar tetap memerintahkan jajaran balai untuk melakukan penyisiran rutin.

“Selama nanti masa liburan Lebaran, saya perintahkan juga ke teman-teman balai agar selalu dilakukan penyisiran terus. Jadi kalau muncul lubang yang baru ya langsung ditambal lagi,” katanya.

PUPR Targetkan Kemantapan Jalan di Jateng 94 Persen

Secara keseluruhan, Henggar mengklaim kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah sudah dalam kategori baik. Target kemantapan jalan jelang arus mudik yakni sebesar 94 persen.

“94 persen dengan teman-teman jalan di Provinsi Jawa Tengah. Jadi sebenarnya secara keseluruhan kondisinya sudah bagus,” ujar Henggar.

Khusus di wilayah Jepara, terutama ruas Sekuro-Keling, PUPR mengubah metode penanganan dari pengaspalan menjadi rigid beton. Alasan pengambilan keputusan itu karena kondisi jalan sering terendam air.

“Di sana memang harus segera kami tangani. Semula arahnya pengaspalan, tapi kami ubah dengan pembetonan karena ruas jalannya sering terendam,” jelas Henggar.

Menurutnya, jika tetap menggunakan aspal, kerusakan akan berulang. “Kalau kami menggunakan aspal pasti rusak lagi. Makanya kami gunakan rigid beton. Mudah-mudahan dengan rigid beton nanti konstruksinya akan lebih terjamin,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi