Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin mengaku telah bertemu langsung dengan sejumlah orang tua yang mengadukan persoalan pendaftaran anak mereka. Ia mengatakan beberapa orang tua belum sempat mencetak maupun menyimpan bukti pendaftaran saat sistem mengalami gangguan.
Sebab itu, pihaknya meminta para orang tua mengingat nomor urut atau posisi pendaftaran yang masih mereka ketahui.
“Tadi saya langsung ketemu dengan mereka. Saya sampaikan, saya pastikan dulu, diingat dulu nomor berapa. Kan mereka menyampaikan tidak sempat foto, tidak sempat cetak, sehingga saya juga tidak bisa memastikan langsung,” lanjutnya.
Nomor urut tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
“Disampaikan, lalu saya cek ke Dinas Pendidikan supaya nanti kejelasannya pasti,” imbuh Gus Yasin.
Murid di Kudus yang Gagal Daftar Masih Dalam Penelusuran
Gus Yasin juga menanggapi kasus calon murid asal Kudus yang gagal mendaftar SMA negeri setelah akun miliknya tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran.
Sebelumnya, keluarga calon murid tersebut mengaku telah memperbaiki titik koordinat rumah sesuai arahan sekolah. Namun akun belum mendapat verifikasi ulang sehingga tidak dapat untuk melanjutkan pendaftaran.
Saat keluarga berusaha memperbaiki masalah tersebut, sistem SPMB disebut sedang mengalami maintenance sehingga proses verifikasi tidak dapat dilakukan.
Menanggapi kasus tersebut, Gus Yasin mengatakan Pemprov Jawa Tengah masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Ia meminta keluarga calon murid menyampaikan nomor urut pendaftaran yang masih mereka ingat agar dapat dicocokkan dengan data di Dinas Pendidikan.
“Ya makanya ini kita selidiki dulu ya. Pastikan pendaftaran itu sesuai dengan urutan. Urutan itulah yang orang tua ingat lalu sampaikan kepada kami, kita cek di Dinas Pendidikan, sistemnya bagaimana,” kata Gus Yasin.
Pemprov Belum Pastikan Ada Kesempatan Pendaftaran Lagi Imbas Server Eror
Perihal kemungkinan calon murid yang terdampak masih bisa memperoleh kesempatan mendaftar, Gus Yasin belum memberikan jawaban pasti. Ia menegaskan masih menunggu hasil pengecekan data dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.





