Ketika ibunya menanyai soal pengakuannya, siswi tersebut mengaku telah tertekan karena dibully oleh teman-temannya.
“Saya tanya kenapa mengaku kalau tidak salah, jawabnya, saya ditekan mah, saya benar-benar terpojokan, terbully,” ungkap Mirotun.
Kedatangann Misrotun ke sekolah pun juga merupakan inisiatifnya sendiri demi meluruskan kasus pencurian uang tersebut. Di samping itu, ia juga menegaskan bahwa anaknya tidak bersalah.
“Saya cuman ingin membuktikan bahwa anak saya itu bukan yang mengambil uang,” jelasnya.
Meski siswi tersebut mendapat dampaknya seperti bully, pihak sekolah pun menyebut kasus ini sudah tertutup. Bahkan, salah satu pihak sekolah, Andri Apriudin sebagai kepala sekolah menyebut bahwa sekolah merupakan rumahnya. Dimana, ia bebas berekspresi.
“Ini rumah saya, jadi mau jawab atau terserah saya,” kata kepala sekolah SMP Ihsaniyah itu.(*)





