Nasional

Soal Cawapres Ganjar, Megawati: Hitung-hitung Dulu!

×

Soal Cawapres Ganjar, Megawati: Hitung-hitung Dulu!

Sebarkan artikel ini
Cawapres Ganjar
MegawatiMinggu (30/4/2023).

JAKARTA, beritajateng.tv – Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri enggan terburu-buru mengumumkan Cawapres Ganjar Pranowo. Pasalnya, waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden masih panjang.

Meski demikian, Megawati menyebut pengumuman Cawapres Ganjar bisa terjadi dalam waktu dekat. Ia menyatakan akan membuat dan melakukan kalkulasi politik terlebih dahulu sebelum menetapkan jabatan wakil presiden.

“Tunggu aja mainnya. Tapi mungkin bisa saja umpamanya besok, tapi saya hitung-hitung dulu dong,” kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Ahad, 30 April 2023.

Megawati mengatakan, saat hendak mengumumkan Ganjar sebagai calon presiden, yang pertama terlintas di benaknya adalah Istana Batu Tulis di Jawa Barat. Ia menegaskan, tujuan kontemplasinya hanya satu, yakni Indonesia Raya.

“Waktu di Batu Tulis ada sebutan, kontemplasi, jadi mungkin merenung dulu, kontemplasi lagi. Tapi satu loh tujuan saya, Indonesia Raya,” kata dia.

Cawapres Ganjar, Ada 10 Nama

Presiden kelima Indonesia itu mengaku sudah mengantongi lebih dari 10 Cawapres Ganjar. Ia juga menjelaskan, 10 nama tersebut nantinya akan terseleksi sendiri.

“Banyak kok, saya sudah punya di sini. Berapa, tuh, 10 apa lebih. Ya nanti kan mengerucut sendiri. Tetapi oleh pikiran saya,” ujar Mega.

Karena itu, Megawati meminta masyarakat bersabar menunggu sosok pasangan Ganjar itu. Tak hanya Cawapres yang antre, Mega mengaku sudah banyak pihak yang antre untuk ikut kereta PDIP.

“Saya umpamakan gerbongnya 20 saja, itu sudah penuh sesak, yang mau ikut banyak banget. Cuman banyak yang malu-malu kucing,” kata Mega.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebutkan beberapa nama yang bisa dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden Ganjar. Di antaranya Menpar Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Juru Bicara DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.