Dia menanggapi kekhawatiran akan munculnya gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang bisa mencemari udara. Masih kata Said, terdapat teknologi tersendiri untuk menanggulangi potensi permasalahan itu.
Selain itu, termasuk juga dengan risiko kebisingan yang akan muncul terkait rencana proyek geothermal panas bumi tersebut.
Pada presentasi itu, kata Said, juga menjelaskan ada upaya teknologi tertentu guna meredam suara bising yang bisa timbul.
“Contohnya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang ada di dataran tinggi Dieng maupun PLTP Patuha yang selama ini sudah ada (beroperasi),” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





