Menuurutnya, publik kini terpecah dalam menilai siapa yang benar dalam isu ini. Sebagian percaya bahwa ada utusan yang benar-benar datang ke PDIP, sementara lainnya meyakini bahwa ini hanya isu politik untuk menggiring opini.
“Kebenaran dalam politik itu relatif. Semua tergantung posisi politik seseorang. Kalau berada di barisan PDIP, pasti mengamini ada utusan. Tapi kalau di barisan Jokowi, pasti menganggap ini fitnah,” pungkas Adi. (*)




