Viral

Sosok Ferdi, Pacar Mahasiswi Korban Pembacokan di UIN Suska Riau, Punya Pekerjaan Mentereng?

×

Sosok Ferdi, Pacar Mahasiswi Korban Pembacokan di UIN Suska Riau, Punya Pekerjaan Mentereng?

Sebarkan artikel ini
Ferdi (kanan) dan Fara (kiri), korban pembacokan di UIN Suska. (TikTok)
Ferdi (kanan) dan Fara (kiri), korban pembacokan di UIN Suska. (TikTok)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sosok Ferdi, pacar mahasiswi UIN Suska Riau yang menjadi korban pembacokan Raihan Mufazzar, ikut menyita perhatian publik.

Nama Ferdi mencuat seiring terungkapnya latar belakang hubungan pribadi korban menjelang insiden kekerasan tersebut. Selain kisah asmara, pekerjaan Ferdi juga viral.

Kasus pembacokan yang menimpa mahasiswi UIN Suska Riau, Fara, terjadi saat korban tengah mengantre sidang proposal skripsi. Pelaku kabarnya, merupakan rekan KKN yang memiliki kedekatan emosional dengan korban. Fakta-fakta baru kemudian mengemuka seiring proses penyelidikan aparat kepolisian.

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada motif pelaku, tetapi juga pada kehidupan pribadi korban. Informasi yang beredar menyebut korban memiliki kekasih bernama Ferdi. Hubungan tersebut disebut telah terjalin cukup lama dengan pola hubungan jarak jauh atau long distance relationship.

BACA JUGA: Dugaan Motif Pelaku Pembacokan UIN Suska Raihan Mufazzar: Terinspirasi Konten Game di TikTok?

Ferdi dikenal sebagai sosok dengan pekerjaan mapan. Berdasarkan penelusuran media sosial, Ferdi bekerja sebagai pelaut pada bidang mesin. Profesi tersebut ternilai memiliki penghasilan stabil dan jenjang karier yang jelas. Fakta ini membuat banyak warganet menyoroti latar belakang Ferdi dibandingkan pelaku.

Penyidik mengungkap bahwa pelaku memiliki perasaan lebih terhadap korban. Namun harapan tersebut tidak mendapat respons sesuai keinginannya. Kondisi itu memicu rasa kecewa mendalam hingga berujung pada tindakan kekerasan. Aparat menilai hubungan tersebut tidak memiliki status resmi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menjelaskan bahwa pelaku merasa diabaikan. Ia menyebut pelaku memiliki ekspektasi emosional yang tidak terbalas. Situasi tersebut berkembang menjadi motif utama penyerangan.

Narasi awal menyebut pelaku menyerang korban karena cintanya korban tolak. Namun, unggahan media sosial milik pelaku kemudian memunculkan fakta lain.

Dalam unggahan tersebut terlihat dokumentasi kedekatan pelaku dan korban. Fakta ini memunculkan dugaan bahwa pelaku berada dalam posisi sebagai pihak ketiga.

Di sisi lain, hubungan korban dengan Ferdi dugaan kuat tetap berjalan. Keduanya menjalani komunikasi jarak jauh karena perbedaan lokasi dan aktivitas pekerjaan. Kondisi tersebut ternilai tidak memengaruhi komitmen hubungan mereka. Fakta ini justru memperjelas posisi Ferdi sebagai pasangan resmi korban.

BACA JUGA: Dugaan Motif Pelaku Pembacokan UIN Suska Raihan Mufazzar: Terinspirasi Konten Game di TikTok?

Pekerjaan Ferdi sebagai pelaut turut menjadi sorotan. Profesi tersebut menuntut keahlian teknis tinggi serta disiplin kerja ketat. Penghasilan yang relatif besar membuat publik menilai Ferdi memiliki masa depan cerah. Hal ini kontras dengan pelaku yang masih berstatus mahasiswa.

Kasus pembacokan ini memantik diskusi luas mengenai relasi, kecemburuan, dan kekerasan berbasis emosi. Aparat kepolisian menegaskan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Publik pun terimbau tidak berspekulasi berlebihan dan menunggu hasil penyidikan resmi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengelolaan emosi dan komunikasi sehat dalam hubungan.

Sosok Ferdi kini dikenal publik bukan hanya sebagai pacar korban, tetapi juga sebagai figur yang menggambarkan kehidupan korban di luar tragedi pembacokan di UIN Suska yang menimpanya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp