Jateng

SPPG Miroto Resmi Beroperasi, 861 Siswa SMP Terima Paket MBG Perdana

×

SPPG Miroto Resmi Beroperasi, 861 Siswa SMP Terima Paket MBG Perdana

Sebarkan artikel ini
sppg semarang
Pembukaan dapur umum Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Miroto resmi diluncurkan di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Minggu, 1 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dapur umum Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Miroto resmi diluncurkan di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Minggu, 1 Februari 2026. Peresmian ini menandai dimulainya pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai dukungan nyata terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

Melalui Yayasan Rahayu Pelita Jaya, SPPG Miroto mulai mendistribusikan paket MBG kepada penerima manfaat. Pada tahap awal operasional, sebanyak 861 paket MBG disalurkan kepada siswa SMPN 36 Semarang sebagai sasaran prioritas program.

Seiring berjalannya waktu, jumlah penerima manfaat akan terus ditingkatkan secara bertahap. SPPG Miroto menargetkan pendistribusian hingga 3.000 paket MBG bagi anak sekolah serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Program MBG ini harapannya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi langkah preventif dalam menekan angka stunting sejak usia dini. Selain fokus pada pelayanan gizi, keberadaan SPPG Miroto juga berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Masih Banyak Guru Honorer, Komisi E DPRD Jateng soal Pegawai Dapur MBG jadi ASN: Tidak Bijak

Saat ini, operasional dapur SPPG Miroto terdukung oleh 36 tenaga kerja yang berasal dari tenaga profesional dan warga setempat. Ke depan, jumlah tenaga operasional di targetkan bertambah menjadi 47 orang untuk mendukung pelayanan yang lebih optimal.

Perwakilan Yayasan Rahayu Pelita Jaya, Alamanda Paksiana Pudyawati, menyampaikan bahwa pendirian SPPG merupakan wujud komitmen yayasan dalam menghadirkan layanan gizi yang berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi emas 2045.

“Pendirian SPPG ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan sarana pelayanan gizi yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat, demi mendukung pengembangan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa operasional dapur SPPG Miroto telah berjalan sesuai standar operasional prosedur Badan Gizi Nasional (BGN). Aspek higienitas, kualitas bahan baku, hingga seleksi pemasok menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program.

“Selain menjaga higienitas, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian utama. Kami juga melakukan seleksi ketat terhadap para pemasok,” ungkap Alma.

Kepala SPPG Miroto, Sa’ya Rosyada Al Firdaus, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program MBG. Ia memastikan seluruh penyusunan menu MBG telah sesuai standar gizi, keamanan pangan, kebersihan, serta tata kelola dapur yang akuntabel dan transparan.

“Dukungan pemerintah, tenaga profesional, dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam pelayanan MBG yang berorientasi pada generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, memberikan apresiasi atas berdirinya SPPG Miroto. Ia mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional secara konsisten guna mencegah kejadian yang tidak di inginkan, termasuk risiko keracunan pangan.

Ia juga berpesan agar seluruh pegawai SPPG menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. DPRD Kota Semarang, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG dengan melibatkan dinas terkait.

“Kami sebagai legislatif akan ikut memantau pelaksanaan MBG. Nantinya juga akan melibatkan dinas terkait, mulai dari proses pembuatan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kisah Ngatimah, Bukti Manfaat Program ASN Peduli Pekerja Rentan di Semarang

Keberadaan SPPG Miroto harapannya mampu memberikan layanan gizi yang optimal bagi masyarakat. Khususnya anak sekolah dan kelompok rentan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di masa depan. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp