SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi telah melakukan ekshumasi terhadap jenazah Darso, warga Kampung Gilisari, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Senin, 13 Januari 2025.
Penyebab meninggalnya Darso masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga. Keluarga curiga Darso meninggal karena menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi Polresta Yogyakarta.
Usai menerima laporan keluarga, Polda Jawa Tengah kemudian melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Darso hari ini. Tim kedokteran telah mengambil sejumlah sampel organ tubuh Darso.
“Hasilnya belum bisa disampaikan hari ini karena masih ada sampel organ yang harus dilakukan penelitian oleh tim kedokteran forensik dalam bentuk kegiatan patalogi anatomi,” ungkap Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, kepada awak media.
BACA JUGA: Keluarga Lapor ke Polda Jateng, Ini Kronologi Warga Mijen Semarang Tewas Karena Polisi DIY
Artanto mengatakan, proses ekhumasi ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kematian Darso. Sampel organ yang telah diambil nantinya akan diteliti lebih lanjut di laboratorium oleh tim forensik kedokteran.
Namun, Artanto enggan merinci organ tubuh bagian mana yang menjadi fokus dari penelitian ini.
“Betul, tim forensik kedokteran bawa ke laboratorium. Sampelnya ada organ tubuh, tidak kami sampaikan,” katanya.
Ekshumasi makam Darso yang telah terkubur 3 bulan
Di samping itu, Artanto mengakui jika hasil ekshumasi pada jenazah sangat tergantung atas waktu kematian dan lama pemakaman.
Sebelumnya, Darso meninggal dan telah pihak keluarga makamkan pada 27 September 2024 atau lebih dari tiga bulan lalu. Jarak waktu kematian dan proses ekshumasi terbilang cukup lama.
BACA JUGA: Pengakuan Darso Sebelum Meninggal
Meski begitu, Artanto meyakinkan jika hal itu tidak menjadi kendala berarti bagi tim kedokteran. Menurutnya, tim dokter memiliki keahlian mumpuni untuk mengatasi lamanya jarak waktu pemakaman dan ekshumasi itu.
“Tentunya antara jenazah yang masih baru dan jenazah yang sudah lama tentunya berpengaruh juga ya. Namun dari dokter punya keahlian kemampuan untuk menemukan jawabannya dari hasil penelitian. Mereka sudah ahlinya di bidang tersebut,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





