Olahraga

Suporter Rusuh, PPSM Magelang Terdiskualifkasi dari Liga 4 Jawa Tengah, Disanksi Denda dan Laga Usiran

×

Suporter Rusuh, PPSM Magelang Terdiskualifkasi dari Liga 4 Jawa Tengah, Disanksi Denda dan Laga Usiran

Sebarkan artikel ini
PPSM Liga 4
Pemain PPSM Magelang dalam laga melawan Persibat Batang. (Foto: Instagram/@ppsm_mgl)

SEMARANG, beritajateng.tv – PPSM Magelang resmi terdiskualifikasi dari Liga 4 Jawa Tengah akibat kerusuhan suporter. Keputusan ini berdasarkan sidang Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Tengah pada Jumat, 14 Februari 2025.

Kericuhan terjadi saat PPSM Magelang menghadapi Persibat Batang dalam babak 8 besar Liga 4 Jateng leg pertama di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada Rabu, 12 Februari 2025.

Suporter PPSM memasuki lapangan, mengganggu jalannya pertandingan, hingga melakukan pemukulan terhadap pemain Persibat Batang. Situasi tersebut menyebabkan pertandingan terhenti.

BACA JUGA: Mulai Bergulir 12 Februari, Ini Jadwal 8 Besar Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025, Sistem Gugur Format 2 Leg

Komdis Asprov PSSI Jateng menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap regulasi kompetisi dan Kode Disiplin PSSI.

“Hukuman ini dijatuhkan karena adanya gangguan pertandingan oleh suporter yang masuk ke lapangan dan menyebabkan pertandingan terhenti,” ujar Ketua Komdis Asprov PSSI Jateng, Samuel Evan, belum lama ini.

BACA JUGA: Langgar Sejumlah Hal di Liga 4, PSD Demak Kena Sanksi Komdis PSSI Jawa Tengah, Segini Dendanya

Selain diskualifikasi, PPSM Magelang juga harus membayar denda sebesar Rp45 juta. Sanksi lainnya yakni laga usiran tanpa penonton serta keharusan bermain di tempat netral dengan jarak minimal 75 kilometer dari Kota Magelang pada seluruh kompetisi resmi musim berikutnya.

Kerusuhan bermula ketika Persibat Batang unggul lebih dulu melalui gol Johan Yoga di menit ke-21. PPSM Magelang sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-65 lewat gol Henry.

BACA JUGA: Kick Off Mulai 4 Januari, Ini Pembagian Grup dan Format Baru Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025

Namun, Persibat kembali memimpin melalui gol kapten tim, Indra, di menit ke-90+3. Hasil tersebut memicu amarah suporter tuan rumah yang kemudian berulah hingga menyebabkan insiden kerusuhan.

Keputusan Komdis Asprov PSSI Jateng harapannya menjadi pelajaran bagi seluruh klub dan suporter agar menjunjung tinggi sportivitas dalam sepak bola. (*)