Jateng

Tahun 2024 Baru Setengah Jalan, Lebih dari 20 Perempuan di Jawa Tengah Jadi Korban Kekerasan

×

Tahun 2024 Baru Setengah Jalan, Lebih dari 20 Perempuan di Jawa Tengah Jadi Korban Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Perempuan
Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi LRC-KJHAM, Citra Ayu Kurniawati, saat ditemui. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) mengungkapkan, lebih dari 20 perempuan menjadi korban kekerasan pada semester pertama 2024 di Jawa Tengah.

Hal itu terungkap oleh Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi LRC-KJHAM, Citra Ayu Kurniawati. Ia menyampaikan, LRC-KJHAM tengah mendampingi lebih dari 20 kasus kekerasan terhadap para puan dari bulan Januari hingga Juli 2024.

“Cakupan kasus yang kami dampingi juga luas. Tersebar di wilayah Jawa Tengah, enggak hanya Kota Semarang,” ungkap Citra kepada beritajateng.tv, Kamis, 18 Juli 2024.

Menjelang Refleksi 40 Tahun Ratifikasi Konvensi CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women) pada 24 Juli 2024 nanti, angka kekerasan pada perempuan memang tak kunjung menurun.

BACA JUGA: LRC-KJHAM Dampingi 90 Kasus Sepanjang 2023, Kekerasan Seksual Terbanyak

Padahal, konvensi tersebut mengatur pemberdayaan perempuan untuk mendapatkan hak-haknya berdasarkan keadilan, terutama dalam masalah diskriminasi.

Oleh karena itu, Citra menyebut, dalam rangka Refleksi 40 Tahun Ratifikasi Konvensi CEDAW, LRC-KJHAM akan membuka donasi pakaian layak pakai untuk dijual kembali di acara bazar preloved sintas. Nantinya, keuntungan akan digunakan sepenuhnya untuk pendampingan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan.

“Selama ini kami tidak pernah memungut biaya misal ada perempuan korban kekerasan butuh pendampingan kepada kami,” paparnya.

Fokus dampingi kasus kekerasan terhadap perempuan, LRC-KJHAM gelar bazar preloved sintas dan terima donasi baju bekas

Lebih lanjut, bazar tersebut rencananya bakal berlangsung mulai 22-24 Juli atau 24-26 Juli 2024 mendatang. Sekaligus bertepatan dengan HUT ke-25 LRC-KJHAM.

Citra mengatakan, LRC-KJHAM adalah lembaga non-pemerintah yang berfokus pada kerja-kerja pendampingan dan penangan kasus kekerasan terhadap perempuan. Sehingga, pihaknya pun rutin, setidaknya setahun sekali, menggelar bazar preloved sintas sejak tahun 2020.

Adapun bazar preloved sintas berlangsung selalu bertepatan dengan momen-momen peringatan tertentu. Yaitu, Internasional Women’s Day dan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

“Sebelum bazar kami membuka ke masyarakat umum donasi pakaian yang masih layak pakai seperti baju, celana, kaos, sepatu, dan lain-lainnya,” ucapnya.

BACA JUGA: Kampanye 16 HAKtP, LRC-KJHAM Gelar Bazar Preloved Sintas, Galang Donasi untuk Dampingi Korban Kekerasan

Ia menambahkan, bazar preloved sintas mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Selain penggalanangan dana, bazar ini juga sebagai upaya memperkenalkan LRC-KJHAM ke masyarakat umum.

Selain bisa berkontribusi dengan berdonasi, masyarakat juga bisa berkontribusi dengan membeli baju bekas ini. Citra menjamin, harga pakaian bekas yang mereka jual di bazar sangat terjangkau. Selain itu, kualitas pakaian juga masih bagus lantaran disortir terlebih dahulu.

“Ada beberapa pakaian yang gratis, paling mahal cuman Rp50 ribu. Semua hasil penjualan murni untuk bantu pendampingan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp