Jateng

Tak Ada Korban Hanyut atau Luka Imbas Banjir Grobogan, 650 KK Terdampak

×

Tak Ada Korban Hanyut atau Luka Imbas Banjir Grobogan, 650 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini
banjir grobogan
Banjir di Grobogan akibat hujan deras pada 7-8 Maret 2025 lalu. (BPBD Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi, mengungkap tak ada korban luka maupun hanyut dalam peristiwa banjir di Grobogan akibat hujan deras pada 7-8 Maret 2025 lalu.

“Sementara ini kondisi warga aman, artinya tidak terjadi korban luka atau sampai hanyut begitu ya. Kemudian untuk penanganan lanjutan berkaitan dengan tanggul yang jebol, tentunya itu akan dilakukan upaya perbaikan,” ungkap Bergas via WhatsApp Call, Senin, 10 Maret 2025.

Bergas memperkirakan, kedalaman tanggul jebol di Sungai Tuntang itu lebih dari 5 meter. Adapun Desa Baturagung Bergas sebut paling terdampak. Saat ini, kata dia, aliran air menuju ke Ringinkidul.

“Jebolnya 5 meter laporan awal. Mungkin sekarang sudah lebih lah, karena itu kan sudah kekerus-kerus itu,” ucap dia.

BACA JUGA: Siapkan Masyarakat Tangguh Bencana, BPBD Blora Kukuhkan Kencana

Pihaknya menuturkan, akses di sejumlah wilayah Grobogan terputus akibat banjir. Salah satunya di Serintil Kidul.

“Iya, untuk Ringinkidul itu jelas itu menggenang rumah warga tentunya ya, mengganggu aktivitas masyarakat. Nah, ini kan masih proses menunggu surut sih. Surut itu artinya sampai air kalinya itu habis, kan begitu,” ujar Bergas.

650 KK terdampak, warga akan pindah mengungsi di gereja dan sekolah

Kendati tak memakan korban jiwa, Bergas mengungkap ada 650 KK terdampak akibat banjir di Grobogan. Sebagian dari mereka, kata Bergas, mengungsi ke balai desa dan musala.

Karena tingginya air di balai desa, Bergas mengungkap kemungkinan warga berpindah tempat ke sekolah dan gereja sekitar.

“Informasi sementara itu ada 650 KK yang terdampak. Sementara ini sedang mengungsi, ada di balai desa dan musala ya. Tapi nanti informasinya karena di balai desa itu tinggal 20 cm ketinggian air maka tidak jadi di balai desa, mau geser di sekolah atau gereja yang ada di sekitaran situ, yang lebih tinggi,” pungkas dia.

BACA JUGA: Jelang Buka Puasa, Kawasan Pleburan Semarang Terendam Banjir usai Diguyur Hujan Selama 1 Jam