Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor sehingga penguatan tanggul belum dapat dilaksanakan secara menyeluruh.
Dalam kondisi tersebut, BPBD menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan banjir seperti Grobogan dan sekitarnya.
“Mungkin dengan keterbatasan penganggaran sehingga opsi-opsi itu mereka belum bisa melaksanakan secara sepenuhnya, tapi mungkin lebih skala prioritas ya. Mitigasi strukturalnya mungkin kurang maksimal sehingga masyarakat harus lebih siap menghadapi kondisi-kondisi seperti ini,” terang Chomsul.
Warga Sudah Kembali ke Rumah, Distribusi Logistik Tetap Berlanjut Door to Door
Meski banjir sempat memaksa warga mengungsi, Chomsul memastikan saat ini tidak ada lagi pengungsian.
“Saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Tadi malam mulai kemarin, kemarin pagi, siang, malam itu kan mereka dievakuasi ke tempat yang aman. Di masjid-masjid, kemudian di rumah warga yang lebih aman,” ujarnya.
Namun berdasarkan informasi terbaru dari lapangan, warga telah kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan pascabanjir. Kendati demikian, pemerintah tetap mendistribusikan kebutuhan permakanan dan logistik langsung ke rumah warga terdampak.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir di Rowosari dan Meteseh Tembalang
“Tidak ada pengungsian, saat ini tidak ada yang mengungsi seperti itu. Tapi kebutuhan permakanan logistik tetap pemerintah penuhi secara door to door seperti itu,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan masih relatif tinggi.
“Meskipun mungkin kondisinya cenderung sudah menurun dengan curah hujan yang masih relatif tinggi, mereka kalau memang ada arahan untuk mengungsi ya harus siap,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





