Selain itu, Pemprov Jateng juga mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang mencakup alokasi bagi buruh di wilayah Jawa Tengah. Hal tersebut sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan pekerja.
Di akhir pernyataannya, Luthfi mengajak seluruh buruh untuk terus menjaga kondusivitas serta kembali bekerja dengan semangat dan sikap profesional.
“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya. Selamat Hari Buruh, semoga kita satu tekad, satu tujuan untuk sejahtera bersama,” pungkasnya.
Tuntutan Buruh di May Day 2026
Dalam aksi May Day 2026, aliansi buruh yang tergabung dalam berbagai federasi di Jawa Tengah menyuarakan isu-isu strategis ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun lokal. Koordinator Lapangan Aksi, Lukmanul Hakim, menyebut terdapat sedikitnya 11 tuntutan nasional dan 4 isu lokal yang diangkat dalam momentum May Day tahun ini.
Salah satu tuntutan utama adalah mendesak pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Selain itu, massa buruh juga menuntut penghapusan sistem outsourcing dan menolak praktik upah murah yang ternilai masih merugikan pekerja.
Isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) turut menjadi sorotan, menyusul tingginya angka kecelakaan kerja di Jawa Tengah sepanjang 2025. Buruh juga mendorong pengesahan regulasi perampasan aset bagi koruptor serta implementasi kebijakan yang lebih adil di sektor ketenagakerjaan. Mereka juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol).
“Tarif aplikasi ojol diturunkan dari 20 persen menjadi di bawah 10 persen. Sebagaimana sempat disampaikan Presiden dalam peringatan May Day di tingkat nasional,” kata Lukman.
BACA JUGA: Ingatkan Jaga Kondusivitas, Ahmad Luthfi Ajak Buruh Peringati May Day dengan Kegiatan Konstruktif
Di sisi lain, buruh juga menekankan pentingnya ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang perlindungan pekerja perempuan dari kekerasan di tempat kerja. Sementara itu, pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang pengesahannya baru terlaksana pada April 2026 turut terapresiasi sebagai hasil perjuangan panjang.





