“Twitter itu juga didominasi akun anonim, tingkat keberhasilan blokir sangat rendah, dan referensi utamanya trending topic,” jelas Endro.
Selain itu, lanjut Endro, media sosial Facebook juga menjadi pilihan masyarakat Jawa-Bali untuk menyebarkan isu.
“Kalau YouTube itu referensi konten video untuk disebarluaskan tinggi, tingkat keberhasilan blokir juga sangat rendah. TikTok sifat penyebaran konten sangat cepat,” imbuh Endro.
BACA JUGA: Demo Wadas di Depan Kantor Ganjar, Massa: Masalah Wadas Belum Selesai Sudah Mau jadi Presiden!
Banyak digunakan oleh seluruh orang di penjuru dunia, Endro menilai eksistensi influencer atau yang disebut selebgram sangat berpengaruh pada isu yang digiring di media sosial Instagram.
“Sementara itu, WhatsApp dan Telegram yang sama-sama dark social ini punya sifat pengguna yang banyak. Kalau Telegram itu bedanya tingkat anonimitasnya tinggi,” tandas Endro.(*)
Editor: Farah Nazila





