Pendidikan

Tersisa 3 Kelas dengan 13 Murid, Nasib SDN Sugihan 03 Belum Diputuskan Disdikbudpora Semarang

×

Tersisa 3 Kelas dengan 13 Murid, Nasib SDN Sugihan 03 Belum Diputuskan Disdikbudpora Semarang

Sebarkan artikel ini
SDN Sugihan 03
Salah satu kegiatan CSR BUMN di SDN Sugihan 03, Dusun Gatak, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, baru-baru ini. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Hampir empat dekade menjadi pilar pendidikan bagi anak-anak di Desa Sugihan dan sekitarnya, nasib SDN Sugihan 03, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hingga kini belum jelas.

Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah dasar tersebut mengalami kesulitan mendapatkan peserta didik baru. Kondisi ini terjadi meskipun pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun para guru, telah melakukan berbagai upaya secara maksimal.

Saat ini, SDN Sugihan 03 hanya memiliki 13 peserta didik yang terbagi dalam tiga kelas, yakni kelas III, kelas V, dan kelas VI. Hingga sekarang, belum ada keputusan resmi terkait keberlanjutan operasional sekolah tersebut.

Namun, berdasarkan informasi dari Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, opsi regrouping atau penghentian penyelenggaraan pendidikan menjadi salah satu kemungkinan yang jadi pertimbangan bagi SDN Sugihan 03.

BACA JUGA: Geliat Usaha Kopdes Merah Putih Sugihan Semarang, Pasarkan Produk UMKM Setempat

“Dengan catatan seluruh peserta didik tetap dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito, di Ungaran, Selasa, 27 Januari 2026.

Pujo menjelaskan, apabila sekolah tersebut nantinya harus tutup, bangunan yang merupakan aset daerah akan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Semarang.

Sementara itu, lahan sekolah akan kembali kepada pemerintah desa setempat. “Kami berharap tetap ada solusi terbaik bagi SDN Sugihan 03,” tambahnya.

Belum Ada Kepastian Terhadap Nasib SDN Sugihan 03

Di lain sisi, Ketua Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Tengaran, Eko Lesmono, menegaskan hingga kini belum ada kepastian mengenai nasib penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

Ia membenarkan bahwa jumlah peserta didik SDN Sugihan 03 saat ini berjumlah 13 anak, dengan rincian dua siswa di kelas III, enam siswa di kelas V, dan lima siswa di kelas VI.

“Regrouping sebenarnya bisa menjadi solusi, namun belum kami usulkan karena masih terdapat sejumlah kendala,” ungkap Eko melalui sambungan telepon.

Menurutnya, meskipun SDN Sugihan 03 berada di Dusun Gatak, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, sebagian besar peserta didiknya berasal dari Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, yang berbatasan langsung dengan Dusun Gatak.

BACA JUGA: Tega Buang Bayinya yang Baru Lahir, Warga Desa Sugihan Semarang ini Terancam 15 Tahun Penjara

Selain itu, jarak SDN Sugihan 03 dengan SDN Sugihan 01 sebagai sekolah terdekat mencapai sekitar dua kilometer. Kondisi tersebut membuat peserta didik harus menempuh jarak yang lebih jauh apabila terjadi regrouping.

“Orang tua atau wali siswa juga menghendaki anak-anak mereka dapat menuntaskan pendidikan di SDN Sugihan 03,” jelasnya.

Eko menambahkan, hingga saat ini pembahasan dan kajian terkait nasib SDN Sugihan 03 masih terus berlangsung. Oleh karena itu, Disdikbudpora Kabupaten Semarang belum mengambil keputusan resmi.

“Apakah akan regrouping, penghentiannya setelah seluruh peserta didik lulus. Atau tetap dipertahankan jika masih memungkinkan,” tandas Ketua PGRI Kabupaten Semarang tersebut. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp