SEMARANG, beritajateng.tv – Film bioskop berjudul Samawa akan segera tayang dalam waktu dekat. Film ini mengangkat isu KDRT dengan sudut pandang yang berbeda.
Jika biasanya kasus KDRT berujung pada perceraian, kali ini ceritanya berbeda. Sang istri memilih untuk bertahan dan memperjuangkan pernikahannya.
Menariknya, hal ini terkait erat dengan budaya Jawa yang memandang pernikahan sebagai sesuatu yang sangat sakral, sehingga mempertahankan pernikahan menjadi kewajiban, apa pun yang terjadi.
Kali ini beritajateng.tv akan bagikan beberapa informasi terkait fakta menarik film tersebut yang belum banyak orang ketahui.
Kumpulan Fakta Menarik Film Samawa
Alasan Alexzander Wlan terpilih sebagai pemeran utama
Publik terkejut ketika Alexzander Wlan terpilih sebagai pemeran utama pria dalam film Samawa. Hal ini karena wajah sang aktor dianggap terlalu tampan untuk peran tersebut.
BACA JUGA: Anak Kunti Akhirnya Tayang di Bioskop, Begini Perbedaannya dengan Film Horor Lainnya
Justru karena itu, Ganank Dera menantang Alexzander Wlan untuk membuktikan bahwa kemampuan aktingnya sangat beragam.
Badriyah Afiff sukses perankan karakter orang Jawa
Badriyah Afiff terpilih dengan alasan yang kuat. Dalam naskah, karakter Yura tergambarkan tumbuh dalam keluarga yang sangat kental dengan budaya Jawa.
Yura memiliki pemikiran yang terpengaruhi oleh dogma untuk selalu taat dan menerima suami, bahkan ketika suami berbuat salah, ia merasa harus menjaga dan menutupi segala sesuatu.
Hasil riset Alexznder soal KDRT
Untuk mendalami perannya, Alexzander Wlan melakukan riset tentang bagaimana KDRT bisa terjadi dan mengapa pelaku tega melakukannya, serta faktor-faktor yang mendasarinya dan berbagai aspek lainnya.
BACA JUGA: Kapan Film Samawa Tayang di Bioskop? Berikut Jadwalnya
Namun, bintang film Trinil: Kembalikan Tubuhku ini memilih untuk tidak melakukan riset terkait korban kekerasan.
Kisahnya lebih seram dari film horor
Untuk memerankan Yura, Badriyah Afiff mendengarkan dan menyelami kesaksian korban KDRT sambil memperhatikan perubahan kondisi psikologis yang dialami setelah kekerasan tersebut.





